Musprov Perserosi Berakhir Aklamasi, Ketua Terpilih Fokus Nomor Tanding Porprov
SAMARINDA. Pengprov Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kaltim akhirnya kembali bergerak, setelah hampir enam bulan vakum akibat berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Musyawarah provinsi (Musprov) jadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus mempercepat persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim di Paser.
Musprov juga menjadi momentum bagi KONI Kaltim untuk memastikan Porserosi tetap masuk dalam kategori cabang olahraga unggulan. Status itu disertai tuntutan agar pembinaan atlet segera dipercepat dan prestasi dibuktikan lewat hasil di arena pertandingan.
Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri mengatakan, kehadiran KONI dalam Musprov bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi memastikan organisasi segera memiliki kepengurusan definitif agar persiapan Porprov tidak kembali tertunda.
"Yang paling penting setelah Musprov ini adalah segera membentuk kepengurusan baru, lalu membangun komunikasi dengan PB. KONI juga akan mengeluarkan rekomendasi agar legal standing mengikuti persiapan Porprov segera dipenuhi," katanya, di Meeting Room Five Hotel Samarinda, Jumat (24/7/2026).
Dandri menegaskan, Porserosi telah diposisikan sebagai salah satu cabang olahraga unggulan Kaltim. Status tersebut harus dijawab lewat pembinaan yang terukur dan prestasi nyata.
"Tantangan terbesar Porserosi sekarang membuktikan kapasitasnya sebagai cabang olahraga unggulan. Ukurannya bukan hanya organisasi, tetapi hasil pembinaan dan prestasi. Kesempatan terdekat ada di Porprov, lalu berlanjut ke PON," tegasnya.
Ia meminta pengurus baru tidak menunda konsolidasi dengan seluruh pengurus kabupaten dan kota. Seluruh nomor pertandingan yang akan dipersiapkan juga harus segera disinkronkan dengan Pengurus Besar Porserosi.
"Kalau memang ada nomor tambahan, segera dibahas bersama PB. Yang terpenting arah pembinaan jelas sejak sekarang," ujarnya.
Dalam Musprov tersebut, Robidin Noor maju sebagai calon tunggal ketua umum. Ia mengakui organisasi sempat kehilangan momentum setelah kepengurusan berakhir sehingga sejumlah agenda pembinaan tertahan.
"Hampir enam bulan kita vakum karena pengurus sudah demisioner. Hari ini kita bergerak lagi mengejar ketertinggalan dan fokus menuju Porprov di Paser," katanya.
Robidin menjelaskan, sebagian besar program sebenarnya telah disusun pada periode sebelumnya. Musprov menjadi pintu untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti.
"Program tinggal dilanjutkan. Formatur nanti akan diisi orang-orang yang memang berpengalaman supaya pekerjaan bisa langsung berjalan," ujarnya.
Agenda terdekat, kata dia, adalah menyusun kembali kalender kegiatan dan memastikan seluruh persiapan menuju Porprov berjalan sesuai jadwal. Nomor pertandingan yang diprioritaskan tetap mengacu pada nomor yang dipertandingkan di PON.
"Kita mengikuti nomor PON. Kalau nanti ada nomor tambahan tentu kita menyesuaikan arahan KONI, tetapi prioritas tetap nomor PON," jelasnya.
Ia berharap seluruh pemerintah kabupaten, kota, pemerintah provinsi, KONI, hingga klub olahraga dapat bergerak bersama memperkuat pembinaan.
"Kalau pembinaan di bawah kuat, provinsi juga akan kuat. Kita rapatkan lagi barisan supaya lebih solid," katanya mengakhiri. (**)