Orangtua Berhati Binatang! Anak Kandung Dicabuli sejak Usia 8 Tahun

Orangtua Berhati Binatang! Anak Kandung Dicabuli sejak Usia 8 Tahun

29 Jul 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Seorang pria sebut saja namanya Gila (32) sangat tak pantas disebut orangtua. Bagaimana tidak, ia tega mencabuli anak kandungnya sendiri sebut saja Mawar (14). Mawar adlah anak sulung dari tiga bersaudra.
Aksi bejat pelaku diduga sudah berlangsung sejak korban masih berusia 8 tahun. Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban memberanikan diri mencurahkan isi hatinya kepada tantenya.
Mendengar pengakuan pilu tersebut, pihak keluarga sempat tersulut emosi hingga berencana melayangkan aksi massa. Kasus ini resmi dilaporkan ke kepolisian pada 25 Juli 2026 lalu. Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan potensi amuk massa, pelaku akhirnya berhasil diamankan pada Selasa (28/7/2026) malam dan langsung dibawa ke Mapolresta Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut.
Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun saat dikonfirmasi menjelaskan, pihak keluarga korban secara khusus meminta pendampingan dari pihaknya lantaran kondisi psikologis korban yang mengalami trauma berat.
"Korban curhat ke tantenya. Setelah tahu kejadian itu, keluarga sempat emosi. Kami dari TRC PPA langsung turun mendampingi karena kondisi korban histeris dan terus ketakutan," ungkap Rina.
Rina menceritakan, berdasarkan hasil pendampingan dan keterangan dari korban, aksi bejat sang ayah sudah berulang kali terjadi dan pelaku sudah tidak ingat lagi berapa kali bertindak melampaui batas.
"Pencabulan ini terjadi sejak korban berusia 8 tahun. Begitu memasuki usia 14 tahun, tindakannya makin mengarah pada kekerasan seksual. Paling terakhir terjadi sekitar satu minggu yang lalu," jelas Rina.
Aksi bejat tersebut mayoritas dilakukan pelaku di rumah saat situasi sedang sepi. Namun, pelaku juga pernah melancarkan aksinya di area semak-semak dengan modus berpura-pura meminta korban menemaninya berobat ke dokter.
"Pernah dibawa ke semak-semak alasannya minta ditemani ke dokter karena pelaku mengaku sakit. Selebihnya aksi dilakukan di rumah saat tidak ada orang," tambahnya.
Saat dikonfrontasi di Mapolresta Samarinda, jawaban pelaku makin menyayat hati. Gila berdalih bahwa tindakannya terpicu karena sang anak sering bersikap manja kepadanya.
"Waktu ditanya kenapa tega melakukan itu ke anak kandungnya, pelakunya cuma jawab karena anaknya terlalu dekat dan sering manja-manja sama dia. Sungguh tidak masuk akal," tegas Rina.
Saat ini, korban dalam kondisi syok berat dan trauma mendalam. Korban dikabarkan sering gemetaran dan terkejut saat berinteraksi. Untuk melengkapi berkas penyidikan, korban dijadwalkan menjalani visum serta penanganan psikologis bersama UPTD PPA.
"Kondisi mental anak saat ini sangat tidak bagus, semalam masih sering terkejut dan ketakutan. Hari ini dijadwalkan untuk visum dan kami berkoordinasi dengan UPTD PPA untuk pendampingan psikologis korban," tutup Rina.
Saat ini, Gila telah mendekam di sel tahanan Mapolresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. (**)