Pakai Skema Transfer, Nadeo Argawinata Gabung Persija Jakarta
SAMARINDA. Teka-teki tak hadirnya Nadeo Argawinata dalam sesi latihan perdana Borneo FC akhirnya terjawab. Kapten dan kiper yang musim lalu tampil luar biasa tersebut, dipastikan hengkang ke Persija Jakarta. Kepindahan Nadeo terjadi lewat skema transfer. Artinya ada bayaran dengan jumlah cukup besar yang ditebus Macan Kemayoran pada manajemen Pesut Etam.
Persija juga “menyerahkan” dua pemainnya dalam perpindahan Nadeo ini. Ya, dua pemain muda Persija yakni gelandang bertahan Aditya Warman dan Ibrah Ohorella.
Manajer tim, Dandri Dauri saat dikonfirmasi kemarin sore membenarkan kabar kepindahan Nadeo tersebut. Menurutnya, apa yang terjadi pada Nadeo saat ini adalah hal wajar dalam dunia sepak bola.
“Dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan musim ini kita sudah banyak berpisah dengan pemain di musim lalu. Terbaru, Nadeo menyatakan diri bergabung dengan Persija. Tentu tidak asal pindah, karena ada sistem transfer pada perpindahan Nadeo ini,” ujar Dandri.
Borneo FC sendiri sebelumnya sudah mengumumkan kehadiran tiga kiper baru, yakni M Ridho, Rakasuray Handika dan Muhammad Darmawan. Dari ketiga kiper ini, Ridho adalah pemain senior dan sempat membela Borneo FC di musim 2017 hingga 2019. Ridho terakhir kali tercatat sebagai kiper utama di Barito Putera yang berlaga di Championship.
Sementara kepindahan Nadeo dari Borneo FC adalah kali kedua. Sebelumnya kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 tersebut sempat membela Bali United di musim 2020-2023.
“Jadi saya hanya bisa katakana inilah dinamika dalam sepak bola. Kita harus professional dalam menyikapi hal ini,” terang Dandri lagi.
Dandri juga mengucapkan selamat pada Nadeo untuk klub barunya, serta mendoakan yang terbaik untuk kiper berstatus timnas tersebut.
“Untuk warga Samarinda saya pikir tak usah sedih. Saya percaya kita masih bisa berprestasi musim depan meski tanpa Nadeo. Seperti saya katakan tadi, ini adalah sesuatu yang wajar dalam sepak bola professional,” terangnya.
Nadeo sendiri musim lalu nyaris tak tergantikan di posisi penjaga gawang. Ia sangat berperan membawa Pesut Etam finish di posisi kedua Super League dan membawa tim berlaga di kancah Asia musim depan. Kiper terbaik Super League musim lalu tersebut, tercatat tampil 34 kali dengan catatan menit bermain 3.060. Nadeo juga menjadi salah satu raja penyelamatan diantara kiper-kiper di Super League dengan total 130 kali. (**)