Pemindahan Lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri, Ternyata Belum Penuhi Standar
SAMARINDA. Simulasi teknis pemindahan lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri, menunjukkan pencahayaan diperkirakan mencapai 1.667 lux.
Angka tersebut masih berada di bawah standar teknis sekitar 1.800 lux yang direkomendasikan PSSI untuk penyelenggaraan pertandingan, sehingga masih diperlukan tambahan unit lampu.
Temuan itu menjadi dasar Pemprov Katim melanjutkan tahapan pemindahan lampu dari Stadion Palaran.
Hasil simulasi yang disusun bersama tim teknis Dinas PUPR, tenaga ahli dan PSSI telah disiapkan untuk dilaporkan kepada Gubernur Kaltim sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan kebutuhan peningkatan pencahayaan Stadion Segiri berangkat dari hasil inspeksi AFC, AFF dan PSSI yang menemukan kekurangan pada aspek luminansi stadion.
"Hasil kajian simulasi pencahayaan sudah dilakukan teman-teman PUPR, tim ahli, beserta tim teknis dari PSSI. Kalau lampu yang ada di Palaran dipasang di Segiri, hasilnya hanya 1.667 lux," jelasnya, di Ruang Rapat KONI Kaltim, Selasa (7/7/2026).
Rasman melanjutkan, kebutuhan peningkatan lampu mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kaltim. Stadion Palaran dipilih sebagai sumber lampu, karena fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
"Keinginan Bapak Gubernur luar biasa merespons harapan publik pendukung FC Borneo agar lampu yang ada di Stadion Palaran itu kita fungsikan sebagaimana mestinya. Karena ini sudah menjadi kebutuhan, maka lampu yang ada di Palaran dipindahkan ke Segiri," katanya.
Walaupun begitu, ia menegaskan pelaksanaannya tetap menunggu arahan gubernur setelah laporan hasil simulasi disampaikan.
"Pak Gubernur sudah merespons. Tinggal nanti kami sampaikan hasil simulasi itu. Eksekusinya kapan, kami tunggu arahan Pak Gubernur," ucapnya.
Rasman memastikan tidak ada hambatan prinsip dalam proses pemindahan tersebut.
"Tidak ada kendala. Yang kendala kalau tidak ada keinginan dari Pak Gubernur. Ini kan keinginannya ada, hanya butuh proses waktu," tegasnya.
Agar pekerjaan berlangsung lebih cepat, pembongkaran lampu di Stadion Palaran dan persiapan pemasangan di Stadion Segiri direncanakan berjalan bersamaan. PSSI juga diminta melakukan pengawasan agar proses instalasi sesuai spesifikasi teknis.
"Supaya cepat, di sana dibongkar, di sini juga harus dibongkar. Jadi tidak menunggu dari sana selesai baru mulai di sini. Pengawasan ketat dari PSSI harus ada supaya tidak salah dalam memasang lampu," tuturnya.
Rasman berharap seluruh proses dapat dirampungkan pada Agustus, sehingga Stadion Segiri siap mendukung penyelenggaraan Super League.
Ia menyebut peningkatan fasilitas ini membuka peluang stadion menjadi lokasi kegiatan sepak bola level Asia hingga agenda Timnas Indonesia.
"Kita semua bangga kalau ada pertandingan level Asia," pungkasnya. (**)