Petugas DLH Pergoki Pencuri Kabel Lampu Penerangan TPA Sambutan
SAMARINDA. Padamnya beberapa lampu fasilitas umum memang diduga terjadi karena pencurian yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab.
Dugaan tersebut ternyata memang tak meleset. Sebab di jalur masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan, Pelita III, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Selasa (21/7/2026) malam, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda memergoki seorang pelakunya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.55 Wita. Seorang pria yang diduga hendak mengambil kabel pada instalasi lampu penerangan jalan, terlihat petugas DLH saat berada di sekitar kotak panel bertegangan tinggi.
Petugas DLH Kota Samarinda, La Besi, mengatakan dirinya awalnya tidak mengetahui keberadaan orang tersebut saat melakukan pengecekan di lokasi. Namun, saat keluar dari area sekitar, ia melihat seorang pria tiba-tiba melompat dari atas kotak lampu.
"Saya lihat orangnya pakai baju biru. Motornya Scoopy warna merah. Begitu dia lihat saya, langsung loncat dari kotak lampu tegangan tinggi itu," ujar La Besi.
Menurutnya, sepeda motor yang diduga digunakan pelaku diparkir di sisi kiri jalan, tepatnya di area rerumputan dekat tanaman pisang. Ia menduga pria tersebut sudah lebih dulu menaiki kotak instalasi untuk mengambil kabel.
"Awalnya saya naik belum melihat orangnya. Begitu saya keluar, saya lihat orang ini pelan-pelan langsung loncat dari kotak itu. Saya curiga berarti dia sudah naik. Makanya saya cek, ternyata lampu tidak menyala," jelasnya.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, petugas DLH bersama personel Patroli Beat 110 mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat pemeriksaan, ditemukan sejumlah kabel instalasi lampu penerangan dalam kondisi sudah terpotong.
Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan telah terjadi aksi pencurian kabel pada fasilitas penerangan di jalur masuk menuju TPA Sambutan.
Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PLN untuk dilakukan penanganan dan perbaikan.
"Setelah dicek di lapangan, ditemukan beberapa kabel sudah dalam kondisi terpotong. Karena itu kami koordinasikan dengan PLN untuk melakukan perbaikan agar penerangan di kawasan tersebut bisa kembali berfungsi," ujar Suwarso.
Ia mengimbau masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum milik pemerintah. Sebab, aksi pencurian terhadap aset penerangan tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
"Kami berharap masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada melihat hal mencurigakan segera laporkan, karena fasilitas ini digunakan untuk kepentingan bersama," pungkasnya. (**)