Pulang Cari Ikan, Perahu Terbalik, Pemancing Ditemukan Tewas di Sungai Belayan

Pulang Cari Ikan, Perahu Terbalik, Pemancing Ditemukan Tewas di Sungai Belayan

22 Jul 2026 | Peristiwa

TENGGARONG. Peringatan bagi pemancing dengan perahu yang tak dilengkapi safety first yang lengkap. Sebab saat terjadi insiden, bisa saja musibah datang dan merenggut nyawa.
Seperti yang dialami seorang pria berinisial Ai (49), warga Desa Teluk Muda Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebab perahu bermotor alias ketinting yang digunakan Ai bersama 2 rekannya, terbalik kemudian tenggelam. Kejadian tersebut terjadu ketika mereka melintas di Teluk Orgading, Sungai Belayan, perairan Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan pada Minggu (19/7/2026) malam.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah perahu ditumpangi bersama 2 rekannya tenggelam di Sungai Belayan. Saat kejadian itu, korban baru selesai mancing dan bermaksud pulang,” ujar Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Kenohan, AKP Giri Prawiro.

Dijelaskannya, insiden menimpa Ai bermula saat ia bersama kerabatnya bermaksud mancing ikan di Sungai Belayan. Sekitar pukul 22.00 Wita, Minggu (19/7/2026) malam Ai serta kedua rekannya berangkat menggunakan sebuah perahu bermesin dari rumah seorang adiknya di Desa Tuana Tuha. Lokasi spot mancing dituju berada di sekitaran Teluk Orgading, Sungai Belayan.

Singkat cerita, kegiatan mancing itu berjalan lancar dan menjelang tengah malam mereka bermaksud pulang. Namun saat melintas di lokasi kejadian, perahu mereka gunakan mendadak miring kemudian terbalik. Akibatnya 3 penumpang perahu bermesin itu langsung tercebur ke Sungai Belayan.

“Begitu perahunya karam, 3 penumpangnya berusaha berenang ke tepi sungai. Tapi belakangan diketahui hanya 2 orang sampai tepian, sedangkan seorang yakni Ai diduga terseret arus Sungai Belayan,” kata Giri –demikian Kapolsek Kenohan ini akrab disapa.

Memang saat kejadian, 2 rekan korban berhasil selamat setelah ditolong dengan perahu warga yang kebetulan melintas di TKP. Sedangkan korban tidak berhasil ditemukan. Diduga kuat tenggelam setelah diseret arus Sungai Belayan yang dikenal deras. Upaya pencarian juga terhambat kondisi gelap pada malam hari. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke petugas Polsek Kenohan.

Dari laporan tersebut, maka Senin (20/7) pagi dimulai pencarian oleh petugas bersama masyarakat serta kerabat korban. Sejumlah titik diduga korban tenggelam di Sungai Belayan itu diobok-obok, menggunakan perahu serta peralatan tradisional. Berupa batang rotan berduri serta rangkaian kawat kail atau mata pancing.

“Akhirnya pencarian berhasil pada Senin siang, sekitar pukul 13.45 Wita. Jasad korban ditemukan sekira 800 Meter dari lokasi diketahui perahunya karam. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, janazah korban diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan,” ucap Giri. (**)