Rudy Mas’ud : Juara Itu Nomor Satu, Bukan Nomor Tiga

Rudy Mas’ud : Juara Itu Nomor Satu, Bukan Nomor Tiga

13 Jul 2026 | Olahraga

SAMARINDA. Target besar dipasang untuk kebangkitan olahraga Kaltim menuju PON 2028. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman meminta KONI Kaltim memaknai kepengurusan baru sebagai tanggung jawab besar untuk mengembalikan kejayaan olahraga Benua Etam.

Dorongan itu disampaikan saat pelantikan Pengurus KONI Kaltim masa bakti 2026–2030 di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Minggu (12/7/2026) malam.
Marciano menyoroti perjalanan prestasi Kaltim yang mengalami penurunan dalam beberapa edisi PON terakhir.

Kaltim yang sebelumnya mampu berada di peringkat lima, turun ke posisi tujuh pada PON Papua, lalu menempati peringkat delapan pada PON Aceh-Sumut. Pada PON Bela Diri Kudus, Kaltim kembali berada di peringkat lima. Capaian itu menjadi catatan evaluasi sekaligus pijakan untuk mengejar target lebih tinggi pada PON 2028 di NTB-NTT.

“Saya berharap kepercayaan yang diberikan gubernur dan wakil gubernur Kaltim, sekda beserta jajaran kepada pengurus KONI Kaltim ini dimaknai sebagai tanggung jawab besar untuk memenuhi harapan masyarakat Kaltim kembali pada prestasi kejayaan Kaltim di masa sebelumnya,” papar Marciano.

Ia memberikan apresiasi kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang mendorong kebangkitan prestasi olahraga daerah. Menurut Marciano, target Kaltim menembus peringkat tiga besar PON 2028 merupakan tantangan yang realistis dengan strategi pembinaan yang tepat.

“Saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada Pak Gubernur yang mendorong mereka bisa meraih peringkat ketiga di PON 2028 NTB-NTT,” katanya.

Marciano meminta KONI Kaltim tidak membangun pembinaan secara menyebar tanpa prioritas. Cabor yang memiliki potensi medali harus dipetakan dan diperkuat agar target prestasi dapat tercapai.

Ia mengingatkan Kaltim memiliki modal sejarah yang kuat dalam olahraga nasional. Kaltim pernah menjadi tuan rumah PON dan memiliki banyak atlet yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.

“Kalau untuk mendapatkan peringkat yang diharapkan di PON 2028 nanti, dipilih yang memang Kaltim kuat. Konsep pembinaan di situ, sehingga Kaltim bisa mencapai yang diharapkan,” tegasnya.

Sementara Rudy Mas’ud juga meminta kepengurusan baru KONI Kaltim menaikkan standar target prestasi, bahkan tidak berhenti pada target tiga besar, melainkan berani membidik posisi tertinggi.

Untuk itu, ia menekankan dukungan Pemprov Kaltim terhadap olahraga tidak hanya diukur dari anggaran, tetapi juga komitmen, fasilitas, dan dukungan moral kepada atlet.

“Pemprov Kaltim tidak mendukung 100 persen, tapi 1000 persen. Ini bukan hanya soal duit, yang paling utama itu adalah spirit,” tegasnya.

Rudy meminta kepengurusan KONI Kaltim yang baru tidak terjebak pada rutinitas administrasi dan rapat, sementara atlet justru kehilangan fokus dalam persiapan.

Sebab menurutnya tugas pengurus adalah membuka jalan bagi atlet agar mampu meraih prestasi, bukan membuat organisasi sibuk dengan kegiatan internal.

“Jangan sampai yang naik di panggung itu cuma ketuanya dan seluruh pengurusnya. Yang kami inginkan adalah atlet-atlet yang naik ke podium-podium. Artinya itu juara,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga ia meminta sejumlah cabor unggulan mendapat perhatian serius. Ia menyebut evaluasi harus dilakukan terhadap cabang yang berpotensi menyumbang medali, termasuk memperbaiki capaian atletik dan renang.

“Kalau gulat sudah bagus, pertahankan. Yang pertama harus diperbaiki secepat mungkin adalah atletik, yang kedua renang,” ujarnya.

Kaltim dinilaimemiliki sejarah panjang dalam mencetak atlet nasional. Potensi tersebut harus dikembalikan melalui pembinaan yang lebih terarah, dukungan tempat latihan, pemusatan latihan, serta kolaborasi dengan seluruh pihak.

“Kita harus berkolaborasi, harus punya ide. Olahraga ini tidak mungkin berhasil apabila dilakukan oleh KONI saja. Yang harus diingat, juara itu nomor satu, bukan nomor tiga, ” tandasnya. (**)