Sepatu Merah Muda, Tren yang Terlihat Nyata di Piala Dunia 2026

Sepatu Merah Muda, Tren yang Terlihat Nyata di Piala Dunia 2026

03 Jul 2026 | Lifestyle

JIKA Anda rutin mengikuti pertandingan Piala Dunia 2026, ada satu hal yang mungkin langsung mencuri perhatian selain aksi para pemain di lapangan: banyaknya sepatu bola berwarna merah muda.
Fenomena ini terlihat hampir di setiap pertandingan. Bahkan, saat laga pembuka piala dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan, hampir seluruh pemain inti dari kedua tim tampil mengenakan sepatu bola berwarna merah muda.
Melansir majalah daring Town & Country, tren tersebut terus berlanjut hingga babak gugur piala dunia dan dipakai sejumlah bintang dunia. seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, Vinicius Jr., hingga Erling Haaland. Lalu, mengapa sepatu bola warna merah muda begitu mendominasi Piala Dunia kali ini?
Ternyata, tren tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Menjelang Piala Dunia 2026, hampir semua produsen perlengkapan olahraga besar merilis koleksi sepatu terbaru dengan nuansa merah muda.
Adidas memperkenalkan seri Solar Turbo, Puma hadir dengan Poison Pink, New Balance meluncurkan Pure Ambition Pack, sementara Nike dan Skechers juga merilis desain serupa.
Meski terlihat mencolok, pemilihan warna cerah memiliki manfaat di dalam pertandingan. Warna seperti merah muda membuat pergerakan pemain lebih mudah dikenali oleh rekan setim di tengah cepatnya tempo permainan.
Selain alasan teknis, faktor psikologis juga menjadi pertimbangan. Rob Sheldon, Kepala Produk Sepak Bola New Balance, menjelaskan bahwa tren ini merupakan perpaduan antara perkembangan teknologi sepatu dan keinginan pemain untuk tampil lebih ekspresif.
"Apa yang Anda lihat di Piala Dunia ini adalah konvergensi dari dua tren. Para atlet menuntut alas kaki performa paling canggih yang tersedia dan semakin menginginkan produk yang mencerminkan individualitas mereka," papar Rob Sheldon.
Hal senada diungkapkan Odinga Nimako dari Nike. Menurut dia, banyak atlet mengasosiasikan warna merah muda dengan rasa percaya diri dan keberanian tampil menonjol.
"Para atlet mengaitkan warna ini dengan kepercayaan diri dan tampil menonjol, dan itu beresonansi," ungkap Odinga Nimako.
Dia menambahkan, desain sepatu modern tidak hanya mengutamakan teknologi, tetapi juga bagaimana tampilannya mampu memberikan efek psikologis kepada pemain.
"Ini tentang rekayasa, ya, tetapi juga tentang bagaimana keseluruhan produk menyatu. Ketika seorang atlet mengenakan sepatu Mercurial dan sepatu itu terlihat cepat, terasa terkunci, dan bobotnya hampir tidak ada, persepsi itu memperkuat performa. Semuanya bekerja bersama," beber Odinga Nimako.
Di balik tren ini juga terdapat strategi pemasaran dari berbagai merek olahraga. Menurut Nimako, warna merah muda memberikan kesan eksklusif sekaligus percaya diri. Pemain yang memakainya seolah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pusat perhatian.
"Yang selalu kami dengar dari konsumen dan atlet kami adalah ketika Anda mengenakan warna seperti merah muda yang begitu mencolok dan terang, rasanya seperti… Anda harus benar-benar hebat untuk mengenakan warna-warna ini," ujar Odinga Nimako.
"Pada saat yang sama, ada juga tingkat penerimaan terhadap warna merah muda yang membuatnya tidak terlalu khusus bagi sebagian orang, warna ini menjangkau khalayak luas," imbuh dia.
Meski demikian, tidak semua bintang mengikuti arus. Lionel Messi tetap mengenakan sepatu Adidas kustom dengan garis biru muda dan putih khas Argentina saat mencetak hat-trick ke gawang Aljazair.
Sementara itu, Christian Pulisic memilih sepatu Puma bernuansa merah, putih, dan biru sebagai bentuk penghormatan terhadap warna bendera Amerika Serikat. Namun, sejumlah rekan setim Pulisic seperti Folarin Balogun, Gio Reyna, Alex Freeman, dan Sebastian Berhalter tetap memilih sepatu berwarna merah muda sepanjang fase grup.
Melihat antusiasme para pemain dan besarnya dukungan dari berbagai merek olahraga, bukan tidak mungkin sepatu berwarna merah muda akan menjadi salah satu ikon visual paling melekat dari Piala Dunia 2026. (**)