Status 50 Cabor Porprov Belum Final, KONI Kaltim Tunggu Rekomendasi
SAMARINDA. Penetapan cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov VIII Kaltim belum mencapai keputusan akhir, meski pelaksanaan pesta olahraga terbesar di daerah itu tinggal sekitar 106 hari lagi. Daftar sementara sebanyak 50 cabor masih menunggu pengesahan KONI Kaltim, setelah mendapat rekomendasi dari PB.
Belum rampungnya penetapan tersebut ikut memengaruhi kepastian nomor pertandingan, kesiapan venue, perangkat pertandingan hingga penyusunan teknis pelaksanaan. KONI Kaltim menargetkan seluruh keputusan dapat dituntaskan pekan ini agar persiapan Porprov tidak kembali molor.
Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim, Dandri Dauri menegaskan daftar cabor yang beredar saat ini belum bersifat final. KONI masih melakukan telaah sebelum mengeluarkan keputusan resmi.
"Selama PB belum mengeluarkan rekomendasi, KONI belum mengesahkan cabor yang akan dipertandingkan. Yang menetapkan cabor dan nomor tanding tetap KONI," tegasnya, Jumat (24/7/2026).
Salah satu pertimbangan utama adalah kesesuaian dengan nomor yang dipertandingkan pada PON.
Porprov harus menjadi mata rantai pembinaan menuju level nasional, bukan sekadar menambah jumlah pertandingan.
"Kalau ujungnya prestasi, jangan sampai yang tidak dipertandingkan di PON justru dipertandingkan di Porprov. Budaya seperti itu sudah tidak bisa kita lanjutkan," katanya.
Pembahasan awal sempat memuat sekitar 64 cabor dengan total 1.066 nomor pertandingan dan potensi melibatkan hampir 9.800 atlet. Jumlah tersebut masih terus dievaluasi sebelum diputuskan.
"Ketetapan cabor menjadi pintu masuk semuanya. Kalau sudah diputuskan, venue siap, perangkat pertandingan siap, wasit tinggal bekerja. Saya berharap minggu ini sudah final," ujarnya.
Penentuan cabor itu juga ditegaskannya harus dilakukan secara objektif dan mempertimbangkan kesiapan daerah. Cabor yang belum memiliki atlet maupun sarana memadai tidak seharusnya dipaksakan masuk daftar pertandingan.
"Jangan memaksakan cabor yang venuenya belum ada, atletnya belum ada, bahkan nomor pertandingannya juga belum siap. Kita harus melihat secara objektif," katanya.
Cabor tetap memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas pembinaan di kabupaten dan kota. Ia berpesan jangan sampai setiap Porprov hanya diikuti dua daerah sehingga tujuan pembinaan kehilangan makna.
"Cabor juga harus memikirkan pembinaannya. Jangan setiap Porprov hanya dua kabupaten atau kota yang punya atlet. Itu menjadi pekerjaan kita bersama," ucapnya.
Selain penetapan cabor, KONI Kaltim memastikan aturan larangan bagi peraih medali emas PON tampil di Porprov tetap diberlakukan. Kebijakan itu dinilai penting untuk membuka ruang regenerasi atlet.
"Kalau peraih emas PON masih ikut Porprov, adik-adiknya hanya berpikir mengejar perak dan perunggu. Saya tidak mau seperti itu. Aturan itu akan saya kawal," tutupnya. (**)