Sudah Nyaris Rampung, Terowongan Samarinda Aktif Akhir Tahun
SALAH satu proyek besar Pemkot Samarinda yang dinanti penyelesaiannya saat ini adalah terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap.
Saat ini pengerjaan proyek bisa dikatakan sudah menyentuh 100 persen. Namun jalan di terowongan tersebut belum bisa dilintasi. Infrastruktur bawah tanah pertama di Kalimantan tersebut masih di tahap pengujian kelayakan sebelum dapat difungsikan.
Pemkot Samarinda saat ini masih melengkapi dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai syarat utama pengajuan uji kelayakan ke pemerintah pusat. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan oleh kementerian terkait.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan seluruh tahapan harus mengikuti standar dan jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan kemungkinan selesai sekitar Agustus atau September.
Setelah pengajuan masuk, tim dari Kementerian Perhubungan bersama Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (BKJT) akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan kelayakan operasi.
Tahapan ini nantinya bakal memeriksa struktur utama, termasuk seluruh sistem pendukung yang ada di dalam terowongan. Sebagai konstruksi khusus, standar pengujiannya lebih ketat dibanding infrastruktur jalan pada umumnya.
Marnabas menegaskan, seluruh proses tidak dapat dipercepat karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengguna jalan.
“Semua harus mengikuti aturan karena menyangkut keselamatan,” katanya.
Selain dokumen SLF, Pemkot juga menyempurnakan fasilitas operasional di dalam terowongan. Sistem penerangan, cadangan listrik melalui genset, serta ventilasi udara menjadi bagian yang terus dimatangkan.
“Lampu harus stabil, genset sebagai cadangan juga disiapkan, termasuk ventilasi udara. Dishub juga menyiapkan pengaturan lalu lintasnya,” ujarnya.
Marnabas juga memastikan tidak ada persoalan lahan di area proyek, mengingat sempat adanya banner lahan dijual di area Terowongan. Isu yang sempat muncul itu telah diselesaikan sejak awal pengerjaan.
“Semua lahan sudah selesai dibebaskan sejak awal,” tegasnya.
Pemkot memperkirakan waktu operasional sangat bergantung pada hasil evaluasi kementerian. Jika proses sesuai jadwal, terutama di tahapan evaluasi kementerian dengan estimasi waktu 69 hari, terowongan ditargetkan mulai dapat difungsikan pada periode Agustus hingga September 2026.
“Sekitar September sudah bisa dimanfaatkan kalau semuanya lancar,” bebernya. (**)