Trump Intervensi FIFA, Kartu Merah Bolagun Dicabut
WASHINGTON DC. Gelaran Piala Dunia 2026 tercoreng aksi intervensi. Ya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan campur tangan dalam keputusan FIFA menganulir kartu merah penyerang timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.
Pada Minggu (5/7), FIFA mencabut hukuman kartu merah Balogun saat melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.
Kartu merah itu didapat Balogun karena menginjak kaki bek Bosnia, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64. Kondisi itu sejatinya menguntungkan Belgia yang akan jadi lawan AS di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, dua hari menjelang duel Belgia lawan Amerika Serikat, FIFA mencabut hukuman itu. Balogun bisa bermain melawan Belgia.
"Berdasarkan Pasal 27 FDC, penerapan skorsing pertandingan untuk pemain AS Folarin Balogun otomatis ditangguhkan untuk masa percobaan satu tahun," bunyi pernyataan FIFA dikutip dari ESPN.
Dalam laporan itu disebutkan, berdasarkan laporan ABC, pihak Gedung Putih menghubungi FIFA setelah kemenangan AS atas Bosnia, pekan lalu.
"Amerika Serikat meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kartu merah Balogun," tulis pemberitaan itu.
Presiden AS Donald Trump kemudian merayakan pembatalan kartu merah itu tidak lama setelah FIFA mengeluarkan pengumuman.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan yang besar!" tulis Trump di media sosial.
Federasi sepak bola Amerika Serikat mengonfirmasi ketersediaan Balogun untuk melawan Belgia pada Selasa (7/7) pagi.
"Kami menerima keputusan Komite Disiplin dan senang bahwa Folarin Balogun memenuhi syarat untuk bertanding besok. Perhatian penuh kami terfokus pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia di Seattle, dan kami berharap dukungan berkelanjutan dari para penggemar kami yang luar biasa," tulis Federasi AS.
Namun keputusan kontroversi ini langsung membuat RBFA murka. Mereka mengaku terkejut dengan keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman jelang duel Amerika Serikat vs Belgia pada Selasa (7/7).
“RBFA mengaku terkejut atas keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang sebelumnya terkena sanksi skorsing, tetap memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia pada Senin, 6 Juli pukul 17.00 waktu Seattle,” tulis RBFA dalam pernyataan resminya, Senin (6/7/2026).
RBFA menilai keputusan tersebut bertentangan dengan aturan lain yang dibuat FIFA. Federasi Sepak Bola Belgia membeberkan pasal-pasal yang tertuang dalam regulasi FIFA terkait hukuman pemain yang terkena kartu merah.
“FIFA mendasarkan keputusannya pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Ketentuan tersebut menyatakan bahwa Komite Disiplin FIFA dapat memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin yang sebelumnya telah dijatuhkan,” terang RBFA.
“Namun, Pasal 66.4 dalam Kode Disiplin FIFA yang sama secara tegas menyebutkan bahwa kartu merah (pengusiran)secara otomatis mengakibatkan hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya bagi pemain yang bersangkutan. Ketentuan ini juga telah diterapkan pada seluruh kasus kartu merah selama Piala Dunia FIFA 2026,” lanjutnya.
Kemudian terdapat pula Pasal 10.5 dalam regulasi kompetisi Piala Dunia 2026. Pasal tersebut dengan tegas menyebut kalau seorang pemain atau ofisial tim diusir lapangan karena kartu merah langsung atau tidak langsung, maka secara otomatis akan menjalani hukuman pada laga berikutnya.
Oleh sebab itu, RBFA tidak akan tinggal diam. Mereka akan mengambil peluang untuk mengambil langkah lanjutan demi menjunjung tinggi asas fair play dalam olahraga.
“Demi melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta serta menjaga prinsip-prinsip dasar fair play dalam sepak bola, baik pada Piala Dunia FIFA 2026 maupun edisi-edisi berikutnya, RBFA menyatakan tengah mempelajari seluruh opsi yang tersedia untuk menindaklanjuti persoalan tersebut,” pungkas RBFA. (**)