Warga Tanah Merah Heboh, Mayat Lansia Ditemukan di Semak Belukar
SAMARINDA. Ketenangan warga di di area perkebunan Jalan Margomulyo, RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (25/7/2026) pagi mendadak heboh. Ini setelah seorang petani bernama Kadeni (43) yang berniat mencari kayu bakar, menemukan sesosok mayat di antara semak belukar di kawasan tersebut.
Beakangan diketahui nama mayat tersebut adalah Mahdianto (70), yang selama ini dikenal warga dengan panggilan Mbah Mahdi.
“Awalnya saya cari kayu. Lalu saya mencium adab au tak sedap. Makin saya dekati kok ada sesuatu yang hitam. Saya belum tahu itu orang karena yang kelihatan cuma sedikit bagian kakinya. Begitu saya yakin itu manusia, saya langsung lari mencari Pak RT,” ungkap Kadeni.
Setelah memastikan temuannya, Kadeni bergegas meminta bantuan Ketua RT sebelum akhirnya laporan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Ia mengaku mengenal korban karena tinggal di sekitar lokasi penemuan.
“Ya saya mengenalnya. Orang-orang memanggilnya Mbah Mahdi. Nama lengkapnya saya kurang tahu, tapi memang rumahnya di sini,” tambahnya.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Polresta Samarinda bersama Tim Inafis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Perwira Pengendali (Padal) Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri membenarkan adanya penemuan mayat di Jalan Margomulyo RT 26, Kelurahan Tanah Merah sekitar pukul 10.30 Wita tersebut.
"Korban ditemukan di area perkebunan dalam posisi tertelungkup diantara rumput ilalang," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan warga. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan karena menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Terkait ada atau tidaknya indikasi kekerasan masih dalam proses pemeriksaan karena jenazah telah kami bawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie,” katanya.
Menurut Mat Bahri, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Apakah ada tanda-tanda luka atau korban meninggal secara wajar, semuanya masih dalam proses pemeriksaan di rumah sakit. Kami belum bisa menyimpulkan sebelum hasil pemeriksaan keluar,” pungkasnya. (**)