Warung Makan di Gunung Panjang Dilalap Api, Satu Korban Terluka

Warung Makan di Gunung Panjang Dilalap Api, Satu Korban Terluka

23 Jul 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Kebakaran seolah jadi momok menakutkan bagi warga Samarinda saat ini. Panasnya cuaca dalam beberapa hari terakhir, tak hanya mengakibatkan terbakarnya lahan. Sebab kebakaran juga mengancam permukiman warga
Jelang akhir pekan ini, kebakaran kembali terjadi di sebuah warung makan sekaligus tempat tinggal di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 04, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (23/7/2026).
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 10.20 Wita saat kondisi warung dalam keadaan tutup. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.
Ahmad (38), pemilik warung mengatakan, saat kejadian tidak ada aktivitas memasak karena warung sedang tidak beroperasi. Namun, aliran listrik di bangunan tersebut masih menyala.
“Saat terbakar kami belum buka. Tidak ada yang masak, tapi memang listrik masih ada,” ujarnya.
Menurut Ahmad, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang bangunan, tepatnya di sekitar area kulkas. Saat diketahui, kondisi api sudah cukup besar sehingga langsung merambat ke bagian rumah.
“Tadi orang sebelah yang lihat dulu. Pas dicek ke belakang, api sudah di ada dekat kulkas. Sudah besar, langsung merambat ke dalam rumah,” jelasnya.
Bangunan tersebut diketahui tidak hanya digunakan sebagai tempat usaha warung makan, tetapi juga menjadi tempat tinggal. Akibat kebakaran itu, seluruh isi rumah termasuk barang-barang pribadi ikut terdampak.
“Dompet-dompet, KTP semua terbakar di dalam,” ungkap Ahmad.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Ahmad Supriyanto mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.20 Wita.
“Lokasi kebakaran berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang. Yang terbakar satu bangunan warung sekaligus tempat tinggal,” katanya.
Ia menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada dua kemungkinan, yakni korsleting listrik atau berasal dari kompor.
“Kondisi warung saat kejadian tutup. Untuk penyebab masih kami dalami, antara kompor atau listrik. Belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Beruntung, proses pemadaman berjalan cepat. Api berhasil dikendalikan sekitar 15 menit setelah petugas tiba di lokasi.
“Alhamdulillah tidak ada kendala di lapangan. Api bisa segera kami antisipasi sehingga tidak meluas ke bangunan lain,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan dua posko dengan tiga unit armada pemadam, dibantu sejumlah relawan kebakaran.
Berdasarkan data sementara ITS-TRC dan Relawan Kota Samarinda, kebakaran menghanguskan satu bangunan tempat tinggal sekaligus tempat usaha warung dan pencucian motor. Bangunan tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa.
Pemilik bangunan dilaporkan mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Total penanganan berlangsung sekitar 40 menit, mulai pukul 10.20 Wita hingga 11.00 Wita. Sebanyak enam unit tangki fire truck Disdamkarmat dan PMK swasta serta 15 mesin portable relawan diterjunkan untuk membantu proses pemadaman. (**)