Abrasi Makin Parah, Pulau, Derawan Terancam “Hilang”

Abrasi Makin Parah, Pulau, Derawan Terancam “Hilang”

01 May 2026 | Daerah

DERAWAN. Abrasi di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, semakin mengkhawatirkan dan mulai mengancam keberlangsungan permukiman warga serta sektor pariwisata. Pemerintah Kampung Pulau Derawan kini mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk segera membangun infrastruktur penahan abrasi guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, melaporkan bahwa pengikisan garis pantai yang terjadi setiap tahun telah memberikan dampak nyata di lapangan.
Berdasarkan pendataan terkini, sejumlah fasilitas di kawasan pesisir sudah mulai hilang tersapu ombak. "Sudah ada sekitar lima bangunan yang hancur akibat abrasi," ungkap Indra saat menjelaskan tingkat kerusakan yang dialami wilayahnya.
Kerusakan ini tidak hanya menyasar hunian penduduk, tetapi juga berbagai fasilitas wisata yang menjadi tumpuan ekonomi utama masyarakat setempat.
Indra menyayangkan lambatnya respons pihak terkait meskipun usulan perbaikan telah diajukan secara rutin melalui forum resmi.
Menurutnya, permohonan pembangunan tembok penahan atau pemecah gelombang selalu menjadi prioritas dalam setiap usulan tahunan, namun realisasinya tak kunjung terlihat di lapangan. "Permohonan ini sudah kami ajukan berkali-kali, bahkan hampir setiap tahun," sambungnya.
Jika pembiaran terus terjadi, Pulau Derawan sebagai destinasi wisata andalan dikhawatirkan akan kehilangan daya tariknya akibat daratan yang terus menyusut.
Perlindungan kawasan pesisir dianggap sebagai kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai aset daerah yang vital, pemerintah kampung berharap adanya perhatian serius agar pembangunan infrastruktur pengaman pantai dapat segera direalisasikan.
Saat ini, warga hanya bisa berharap adanya percepatan proyek sebelum musim ombak besar berikutnya kembali memperparah pengikisan lahan di pulau tersebut. "Harus ada langkah konkret untuk menjaganya," tandasnya. (**)