Anomali di  RSUD Abdul Rivai, Jumlah Pasien Meningkat, Pendapatan Justru Tak Sebanding

Anomali di RSUD Abdul Rivai, Jumlah Pasien Meningkat, Pendapatan Justru Tak Sebanding

14 Apr 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Entah bagaimana sistem manejerial di RSUD Abdul Rivai Berau. Sebab rumah sakit milik pemerintah itu tengah mengalami kendala, yakni minimnya pendapatan hingga kekosongan stok obat di instalasi farmasi. Kondisi ini membuat performa layanan menurun dan memaksa Dinas Kesehatan Berau memberikan penjelasan kepada publik.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengakui rumah sakit tersebut sedang menghadapi tantangan finansial yang cukup berat. Menurutnya, kondisi keuangan RSUD Abdul Rivai sedang tidak stabil karena jumlah pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan tingginya biaya operasional, yang harus dikeluarkan setiap bulan.

"Logikanya kalau jumlah pasien meningkat, seharusnya pendapatan juga ikut naik. Tapi yang terjadi tidak demikian," ungkap Lamlay saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat di DPRD Berau pada Senin, (13/4) lalu.

Ketimpangan ini dipicu tingginya angka kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat di Berau yang kini telah mencapai 86 persen. Kondisi tersebut membuat pihak rumah sakit sangat bergantung pada sistem pembayaran dari satu sumber utama saja.

"Artinya sumber pendapatan utama rumah sakit ya dari BPJS," jelasnya kepada peserta rapat.

Sistem pembayaran ini memiliki standar tarif ketat dari Kementerian Kesehatan sehingga rumah sakit tidak bisa menaikkan biaya layanan secara mandiri. Di sisi lain, potensi pendapatan dari pasien kategori VIP justru hilang karena kelompok masyarakat ini lebih memilih untuk berobat ke luar daerah.

Rendahnya pemasukan kas ini berdampak langsung pada pengadaan logistik medis. Akibatnya, stok obat-obatan di instalasi farmasi sering mengalami kekosongan. Padahal unit tersebut merupakan komponen vital dalam pelayanan dan sumber pemasukan rumah sakit.

Meski dalam kondisi sulit, Dinas Kesehatan berkomitmen untuk mencari solusi agar hak masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan tetap terpenuhi. "Banyak tantangan memang tapi kami harus memastikan pelayanan tetap berjalan," tandasnya. (**)