Arsenal Mengejar Sejarah Juara di Liga Champions
BUDAPEST. Partai puncak Liga Champions dihelat malam nanti pukul 00.00 Wita di Puskas Arena, Budapest.
Dua tim raksasa, Arsenal dan Paris Saint Germain (PSG), bentrok di partai paling dinanti para pecinta sepak bola antarklub di Eropa tersebut.
Duel ini mempertemukan juara bertahan kontra tim yang sedang memburu trofi elite Eropa pertama mereka.
PSG datang dengan status kampiun musim lalu. Tim racikan Luis Enrique juga menjadi klub pertama sejak Real Madrid di musim 2017/2018 yang mampu kembali mencapai final sebagai juara bertahan.
Musim lalu, PSG menyingkirkan Arsenal di semifinal dengan agregat 3-1 sebelum menghancurkan Inter Milan 5-0 di partai puncak. Namun, secara keseluruhan, Arsenal masih punya catatan cukup baik dalam lima pertemuan melawan klub asal Paris tersebut.
Arsenal menjalani perjalanan menuju final dengan pertahanan yang sangat solid. Tim asuhan Mikel Arteta mencatat sembilan clean sheet dan hanya kebobolan empat gol pada fase liga.
Kemenangan atas Atletico Madrid, Bayern Munchen dan Inter menjadi bukti konsistensi The Gunners. Arsenal juga tampil disiplin saat melewati Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid pada fase gugur.
Di sisi lain, PSG tampil sangat agresif sepanjang kompetisi. Mereka sudah mengoleksi 44 gol dan hanya terpaut satu gol dari rekor Barcelona pada musim 1999/2000 sebagai tim paling produktif dalam satu musim Liga Champions.
Ini akan jadi final yang sangat ketat sepanjang 90 menit. Kami bertemu Arsenal yang memang sangat kuat sepanjang perjalanan mereka di kompetisi Liga Champions musim ini, ujar Enrique.
Kekuatan lini belakang Arsenal akan menjadi sandungan utama barisan depan PSG yang dikenal sangat kreatif. Menurut Enrique, tugas berat akan dihadapi pemainnya untuk membongkar pertahanan The Gunners, serta membangun pertahanan yang kuat ketika mendapat tekanan. Arsenal musim ini dikenal tangguh dalam melancarkan serangan balik dan kerap memanfaatkan peluang lewat set piece.
"Kami harus mewaspadai Arsenal dari segala penjuru lapangan," tegas Enrique lagi.
PSG akan Khvicha Kvaratskhelia sebagai menjadi motor serangan Les Parisiens. Winger asal Georgia itu mengemas 10 gol dan enam assist, termasuk tujuh gol pada fase knockout.
Enrique membangun PSG dengan struktur menyerang yang fleksibel. Achraf Hakimi dan Nuno Mendes kerap naik membantu serangan, sementara Vitinha dan Joao Neves menjaga ritme permainan di lini tengah.
Sementara Arsenal menawarkan pendekatan berbeda. Tim Arteta terkenal sulit ditembus, sangat kuat dalam situasi bola mati dan punya distribusi gol yang merata dari banyak pemain.
Kehadiran Viktor Gyokeres juga memberi dimensi baru di lini depan Arsenal. Penyerang asal Swedia itu menghadirkan kombinasi kecepatan, duel fisik, dan penyelesaian akhir yang lebih tajam dibanding musim-musim sebelumnya.
"Melawan tim sekelas Paris Saint Germain membutuhkan konsentrasi, kekuatan dan fokus lebih dari 100 persen. Mereka dihuni pemain kuat dan itu ada di semua posisi di lapangan," ujar Arteta.
Arteta sendiri berambisi mengakhiri puasa gelar Liga Champions mereka sepanjang sejarah. Setelah mengamankan trofi Premier League, Arteta mengaku fokus timnya kini hanya pada final Liga Champions.
Sayangnya Arsenal menghadapi persoalan di sektor kanan pertahanan. Jurrien Timber belum bermain sejak Maret akibat cedera pangkal paha dan kondisinya masih meragukan.
Ben White dipastikan absen karena cedera lutut. Jika Timber tidak fit, Cristhian Mosquera kemungkinan harus menghadapi langsung ancaman Kvaratskhelia di sisi kiri serangan PSG.
Sementara PSG mendapat kabar cukup baik jelang final. Ousmane Dembele memang sempat mengalami masalah betis saat laga terakhir Ligue 1, tetapi kondisinya diyakini tidak serius.
Nuno Mendes juga diperkirakan siap tampil sejak menit awal. Namun, PSG berpotensi kehilangan Achraf Hakimi akibat cedera hamstring yang didapat saat semifinal kontra Bayern Munchen.
Absennya Hakimi dapat memaksa Warren Zaire-Emery dimainkan sebagai bek kanan darurat. Di bawah mistar, Matvey Safonov kemungkinan tetap menjadi pilihan utama Enrique. (**)