Barcelona Kabel Menumpuk di Parit, Program Penanganan Banjir Samarinda Terganggudi Kandang, Flick Lepas Lewi dengan Emosional

Barcelona Kabel Menumpuk di Parit, Program Penanganan Banjir Samarinda Terganggudi Kandang, Flick Lepas Lewi dengan Emosional

18 May 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Kota Tepian selama ini dikenal sangat mudah tergenang atau banjir, saat hujan melanda walau hanya beberapa saat. Penanganan pun terus dilakukan, agar durasi banjir tak lama.
Namun upaya Pemkot Samarinda dalam mengatasi dan meminimalisir permasalahan banjir tersebut, harus menghadapi hambatan baru. Rencana normalisasi saluran air justru terganggu oleh keberadaan tumpukan kabel jaringan seluler yang diduga milik perusahaan jasa transportasi di dalam parit.
Kondisi ini salah satunya terlihat jelas di seputaran Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, di mana fungsi parit seolah telah beralih menjadi tempat peletakan kabel bawah tanah secara ilegal yang menghambat laju arus air.
Keberadaan kabel yang semrawut ini menjadi perhatian masyarakat sekitar yang sering melintasi kawasan tersebut. "Sudah lama ada kabel di sana. Sepertinya kabel dari jaringan telepon, soalnya ada boks-nya di situ. Jadi kelihatan semrawut," tutur salah seorang warga bernama Wawan, saat ditemui di seputaran Jalan M Yamin tak jauh dari pintu gerbang Universitas Mulawarman (Unmul).
Dampak dari menumpuknya kabel ini juga dirasakan langsung oleh petugas lapangan yang bertanggung jawab menjaga kelancaran saluran air kota.
Koordinator Hantu Banyu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Toro, mengungkapkan bahwa keberadaan kabel jaringan tersebut kerap menyulitkan proses pengerukan dan pembersihan parit di sejumlah titik krusial di Kota Samarinda. Selain menyulitkan petugas dalam mengangkat sedimentasi tanah, kabel-kabel di dalam parit tersebut juga menjadi perangkap sampah. Sehingga memicu penumpukan kotoran dan mempercepat terjadinya pendangkalan parah.
Toro menambahkan bahwa kondisi ini juga sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para petugas saat harus turun langsung membersihkan saluran air. "Di beberapa titik, memang ada parit yang banyak kabel. Kadang takut dan khawatir juga kalau kesetrum, tapi diduga itu kabel telepon, jadinya aman. Karena tidak mungkin kabel listrik di dalam parit," beber Toro. (**)