Cedera Rodrygo Membuat Departemen Medis Real Madrid Dipertanyakan
MADRID. Dunia seakan berhenti berputar bagi penyerang Real Madrid dan Timnas Brasil, Rodrygo Goes. Sebab Rodrygo dipastikan mengalami cedera ligamen anterior cruciate (ACL). Cedera serius ini membuatnya diperkirakan akan menepi dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga hampir sepanjang tahun depan.
Diagnosis yang diterima Rodrygo pada Selasa lalu menjadi pukulan berat bagi pemain berusia 25 tahun itu. Selain ACL, meniskusnya juga ikut terdampak, yang membuat proses pemulihan menjadi semakin panjang.
Situasi ini bukan hanya berdampak pada kariernya di level klub. Cedera tersebut juga membuat Rodrygo hampir pasti kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia berikutnya bersama Brasil, sebuah mimpi besar yang sudah lama ia kejar.
Ironisnya, cedera itu terjadi dalam pertandingan melawan Getafe. Rodrygo mengalami masalah pada menit ke-66, namun ia tetap melanjutkan permainan hingga pertandingan selesai karena cedera tersebut belum terdeteksi saat itu.
Melansir Football Espana, tak lama setelah diagnosis resmi diumumkan, Rodrygo menyampaikan perasaannya melalui unggahan emosional di media sosial. Ia mengaku sedang melewati salah satu masa tersulit dalam hidupnya.
“Meskipun tanpa pemahaman, aku mempercayaimu…. Salah satu hari terburuk dalam hidupku, betapa aku selalu takut akan cedera ini… mungkin hidup agak kejam padaku akhir-akhir ini… Aku tidak tahu apakah aku pantas menerima ini, tapi apa yang bisa kukeluhkan? Betapa banyak hal indah yang telah kualami, yang juga tidak pantas kudapatkan,” tulisnya.
Rodrygo juga menegaskan, cedera ini menjadi rintangan besar dalam kariernya, terutama karena membuatnya tidak bisa melakukan hal yang paling ia cintai: bermain sepak bola.
“Sebuah rintangan besar telah muncul dalam hidup saya, dalam karier saya, dan itu mencegah saya melakukan apa yang paling saya cintai untuk sementara waktu. Saya absen selama sisa musim ini bersama klub saya dan absen dari Piala Dunia bersama negara saya, sebuah mimpi yang semua orang tahu betapa berartinya bagi saya. Dan yang bisa saya lakukan hanyalah tetap kuat seperti biasa, itu bukan hal baru,” sambung Rodrygo.
Meski demikian, ia tetap mencoba bersikap tegar dan berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan.
“Terima kasih semuanya atas doa, pesan, dan kasih sayangnya! Kalian sangat berarti bagi saya. Meskipun ini adalah masa yang sangat sulit, saya berjanji tidak akan berhenti di sini, saya percaya masih banyak hal luar biasa yang akan saya alami dan akan membawa sukacita bagi semua orang yang mempercayai saya, sampai jumpa lagi… Tuhan tetap memegang kendali atas segalanya,” pungkasnya.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Rodrygo menghadapi masalah pada ligamen lututnya. Pada 2023, ia pernah didiagnosis mengalami robekan sebagian ACL setelah membela tim nasional Brasil.
Saat itu, tim medis memutuskan untuk tidak melakukan operasi dan memilih pendekatan perawatan konservatif, yang mencakup fisioterapi serta langkah pencegahan lainnya.
Metode tersebut sebenarnya memungkinkan pemain tetap berkompetisi tanpa operasi, namun tetap memiliki risiko cedera yang lebih serius di kemudian hari, sesuatu yang kini akhirnya terjadi.
Meskipun tidak ada indikasi bahwa keputusan medis sebelumnya keliru, situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran di internal Madrid terkait penanganan cedera pemain.
Dalam beberapa waktu terakhir, departemen medis klub memang mendapat sorotan. Mantan ahli gizi klub bahkan sempat mengkritik secara terbuka cara penanganan pemain, sementara beberapa kasus cedera lain juga membuat situasi semakin dipertanyakan.
Cedera Rodrygo sendiri menjadi robekan ACL keenam yang dialami pemain Real Madrid dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
Kini, fokus utama Rodrygo tentu adalah proses pemulihan panjang yang menantinya. Jika semuanya berjalan lancar, sang penyerang berharap bisa kembali lebih kuat setelah melewati salah satu ujian terbesar dalam kariernya. (**)