Cuaca Panas di Samarinda Ular Masuk Permukiman dan Gigit Dua Warga

Cuaca Panas di Samarinda Ular Masuk Permukiman dan Gigit Dua Warga

29 Mar 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Hawa panas di Samarinda dalam nyaris dua pekan terakhir, tak hanya membuat manusia gerah. Sebab hewan melata pun merasakan dampaknya.
Ya, fenomena cuaca panas yang melanda Kota Samarinda belakangan ini berdampak pada meningkatnya kemunculan hewan melata, khususnya ular, ke kawasan permukiman warga. Kondisi ini bahkan telah memakan korban dan menjadi perhatian serius relawan Info Taruna Samarinda (ITS).

Ketua ITS, Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis, mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah laporan kemunculan ular di lingkungan warga dalam beberapa waktu terakhir.

“Cuaca panas membuat ular keluar dari habitatnya untuk mencari tempat yang lebih sejuk, sehingga masuk ke permukiman,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menyebutkan, dua korban telah tercatat akibat insiden yang melibatkan ular kobra dalam rentan waktu dua hari, yakni 28 dan 29 Maret 2026. Korban pertama merupakan seorang relawan yang terkena gigitan saat melakukan penanganan ular.
Sementara itu, korban kedua adalah warga yang terkena semburan bisa ular kobra, yang juga berbahaya dan memerlukan penanganan medis.

“Kedua korban saat ini menjalani perawatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda," ungkap Jokis.

Melihat kondisi tersebut, ITS mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat berada di area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular seperti semak-semak, tumpukan barang, maupun saluran air.

Selain itu, Jokis juga mengingatkan para relawan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap penanganan.

“Gunakan perlengkapan safety dan jangan gegabah, terutama saat menghadapi ular berbisa,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak mencoba menangani ular secara mandiri dan segera menghubungi relawan atau pihak berwenang jika menemukan hewan tersebut.

Dengan meningkatnya potensi kemunculan ular akibat cuaca panas, ITS berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (**)