Dituding Pengkhianat, Sardar Azmoun Terancam Dicoret Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Dituding Pengkhianat, Sardar Azmoun Terancam Dicoret Timnas Iran di Piala Dunia 2026

04 Jun 2026 | Olahraga

TEHERAN. Kabar mengejutkan datang dari Timnas Iran menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Penyerang andalan mereka, Sardar Azmoun, dikabarkan tidak masuk dalam daftar pemain yang akan dibawa ke turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Isu ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Asia. Pasalnya, Azmoun merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Iran dan menjadi sosok penting dalam perjalanan tim menuju putaran final Piala Dunia.
Menurut berbagai laporan yang beredar di media sosial, keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pertemuan Azmoun dengan sejumlah pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam pertemuan tersebut, Azmoun bahkan diketahui sempat berfoto bersama dan membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Kabar itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menilai tindakan tersebut dianggap sensitif mengingat hubungan politik antara Iran dan UEA yang kerap mengalami dinamika dalam beberapa tahun terakhir.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Iran yang mengonfirmasi alasan sebenarnya terkait status Azmoun di skuad Piala Dunia 2026.
Terlepas dari kontroversi yang berkembang, kontribusi Azmoun untuk Timnas Iran tidak bisa dipandang sebelah mata.
Penyerang berusia 31 tahun tersebut merupakan salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Tim Melli. Sejak menjalani debut bersama tim senior pada 2014, Azmoun telah menjadi andalan di lini depan dan tampil konsisten dalam berbagai ajang internasional.
Pada fase kualifikasi Piala Dunia 2026, Azmoun tampil impresif dengan mencetak 10 gol. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif Iran selama proses kualifikasi.
Ketajamannya di depan gawang menjadi faktor penting yang membantu Iran mengamankan tiket menuju putaran final.
Di level klub, Azmoun juga masih menunjukkan kualitasnya. Saat ini ia memperkuat klub Uni Emirat Arab, Shabab Al Ahli, setelah sebelumnya memiliki pengalaman bermain di sejumlah klub besar Eropa seperti Bayer Leverkusen dan AS Roma.
Kariernya yang panjang di Eropa membuat namanya dikenal luas sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Iran.
Tidak mengherankan jika kabar absennya Azmoun memunculkan reaksi beragam dari para pendukung Iran.
Sebagian merasa keputusan tersebut, jika benar terjadi, akan menjadi kerugian besar bagi tim nasional.
Pengalaman, kemampuan mencetak gol, serta kepemimpinan yang dimilikinya dinilai masih sangat dibutuhkan dalam kompetisi sekelas Piala Dunia.
Di sisi lain, ada pula pihak yang meminta publik menunggu informasi resmi sebelum menyimpulkan situasi yang sebenarnya. Hingga saat ini belum ada pengumuman final mengenai daftar pemain Iran untuk Piala Dunia 2026 maupun konfirmasi resmi terkait alasan tidak dipanggilnya Azmoun. Azmoun sendiri belum memberikan komentar terbuka mengenai isu tersebut. Akun media sosialnya masih aktif seperti biasa dan belum terlihat adanya pernyataan yang menyinggung kabar pencoretan dari skuad nasional.
Apabila rumor tersebut benar adanya, maka absennya Azmoun akan menjadi salah satu kejutan terbesar menjelang Piala Dunia 2026.
Mengingat statusnya sebagai pemain senior sekaligus salah satu ikon sepak bola Iran dalam satu dekade terakhir, kehadirannya selama ini hampir selalu menjadi bagian penting dari perjalanan Tim Melli di berbagai turnamen internasional. Publik kini menantikan kepastian dari Federasi Sepak Bola Iran terkait komposisi skuad yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Hingga pengumuman resmi dirilis, status Azmoun masih menjadi tanda tanya besar yang terus menyita perhatian pencinta sepak bola Asia dan dunia. (**)