FIFA Beri Jaminan Keselamatan dan Kenyamanan untuk Timnas Iran

FIFA Beri Jaminan Keselamatan dan Kenyamanan untuk Timnas Iran

02 Apr 2026 | Olahraga

ANTALYA. FIFA menegaskan tidak ingin Timnas Iran mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026, akibat situasi negara mereka yang terlibat perang dengan Amerika Serikat dan israel yang hingga kini masih berkecamuk.
Melalui presidennya, Gianni Infantino, ia menegaskan tidak ada rencana lain bagi Iran selain tetap mengikuti Piala Dunia 2026 karena mereka sudah susah payah untuk bisa melaju ke turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Kami ingin mereka bermain, mereka akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B atau C atau D, rencana A adalah satu-satunya rencana,” kata Infantino dikutip dari ESPN.
Keterangan tegas itu disampaikan Infantino saat bertemu langsung dengan skuad Iran dan pejabat federasi sepak bola Iran, ketika agenda laga persahabatan antara wakil dari Asia tersebut dengan Kosta Rika di Antalya, Turki.
Pertandingan itu sendiri dimenangkan Iran secara meyakinkan setelah melumat Kosta Rika dengan skor telak 5-0 pada laga yang digelar tanpa penonton itu.
Sebagai bentuk solidaritas, pemain dan ofisial Iran turut membawa simbol-simbol penghormatan, termasuk foto anak-anak yang menjadi korban serangan udara.
Infantino juga menegaskan bahwa FIFA akan menjamin keselamatan dan kenyamanan skuad dan ofisial Timnas Iran selama mereka berpartisipasi dalam Piala Dunia.
“FIFA akan terus mendukung tim untuk memastikan kondisi terbaik saat mereka bersiap menuju Piala Dunia,” tulis Infantino dalam unggahan Instagram.
Maka dari itu, FIFA tidak akan merubah venue pertandingan Iran selama di Piala Dunia setelah sebelumnyasalah satu tim terkuat di Asia itu meminta pemindahan pertandingan ke Meksiko.
Sebagai informasi, Iran dijadwalkan memainkan dua laga fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, tepatnya iglewood, California dan Seattle.
Sebelumnya, Iran sempat menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026 pada awal Maret lalu, sebagai respon dari serangan udara Amerika Serikat ke Iran dan juga tewasnya pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatolla Ali Khamenei.
"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujar Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali.
Selain alasan terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Doyanmali juga menjelaskan bahwa keputusan untuk mundur juga mempertimbangkan faktor keselamatan dari tim. (**)