Gagal Juara, Manajer Tim Minta Suporter Tetap Mencintai Borneo FC

Gagal Juara, Manajer Tim Minta Suporter Tetap Mencintai Borneo FC

18 May 2026 | Olahraga

SAMARINDA KOTA. Perburuan gelar Super League musim ini memang belum mencapai garis akhir. Namun hasil imbang Borneo FC di kandang Persijap Jepara dan kemenangan Persib Bandung di markas PSM Makassar, seolah menggambarkan hasil akhir kompetisi ini.
Dengan selisih dua angka, membuat Persib di atas angin untuk menggenggam trofi ketiga kali secara beruntun. Bermain di kandang sendiri melawan Persijap, membuat Maung Bandung tinggal menangkap gelar tersebut. Sebab kecil kemungkinan mereka kehilangan angka saat main di rumah sendiri.
Sementara Borneo FC juga masih menjamu Malut United di partai terakhir. Kemenangan memang terasa hambar, jika Persib menuntaskan kompetisi juga dengan angka.
Meski demikian, manajer tim Dandri Dauri menegaskan peluang sekecil apa pun harus dimaksimalkan. Secara tersirat, Dandri memang menyebut kecil kans Borneo FC untuk juara.
“Tapi kalau Tuhan berkehendak, apa saja bisa terjadi. Sekarang saya mau tanya, siapa yang menyangka kita berada di jalur juara sampai jelang akhir musim kalau bukan kehendak Tuhan,” ujarnya.
Dijelaskannya, sebelum kompetisi dimulai ia sudah berhitung soal raihan angka. Total 70 poin ujar Dandri adalah hasil akhir Borneo FC untuk berada di papan atas. Kenyataannya, Borneo FC melampaui hitungan poin tersebut hingga akhirnya berpeluang menjadi juara. Poin 70 didapat Borneo FC musim lalu, saat menjadi juara Reguler Series.
Tak hanya itu, Dandri juga menyebut tak adanya kartu merah yang diterima Pesut Etam musim ini. Ini seolah berbanding terbalik dengan yang terjadi musim lalu. Dimana ada 7 kartu merah dikeluarkan wasit kepada para pemain Borneo FC. Bahkan Nadeo Argawinata pun pernah mendapatkan kartu merah musim lalu.
“Kalian bisa lihat musim ini. Tak ada satu pun kartu merah dikeluarkan wasit ada pemain kami. kalau kartu kuning saya pikir wajar, karena pelanggaran yang terjadi memang tak bisa dihindari,” sebutnya.
Meningkatkan mental dan motivasi pemain di tiap pertandingan, disebut Dandri menjadi salah satu kuncinya. Sebagai manajer, ia selalu memberikan suntikan semangat, baik di ruang ganti maupun di sisi lapangan saat pertandingan berjalan.
“Musim lalu saya tak terlibat di tim. Tapi saya melihat ada yang harus dibenahi dari sisi mental dan semangat dan itulah yang saya lakukan,” ujarnya.
Terkait performa pemain, manajer yang sukses membawa Borneo FC menjadi juara Liga 2 pada 2015 silam tersebut mengaku, hal tersebut adalah tugas pelatih. Namun memberikan kepercayaan diri pada pemain adalah bagian dari tugasnya.
“Lihat bagaimana Mariano Peralta bermain musim lalu dan sekarang. Lihat pula bagaimana pemain seperti Komang Teguh menjaga performanya dengan baik. Itu semu kami lakukan bersama untuk tim ini. Bagaimana kualitas pemain membuat tim tampil bagus di setiap pertandingan,” tegasnya.
Terkait kemungkinan gagalnya Borneo FC menjadi juara, Dandri mengatakan kalau semua sudah jalan yang diberikan Tuhan. Rasa syukur dan bangga saat ini harus dikedepankan.
Ia memahami kekecewaan dan kesedihan suporter dan masyarakat Samarinda dan Kaltim, mengenai hasil dari laga lawan Persijap yang membuat kans menjadi juara menjadi kecil.
“Dari rasa sedih dan kecewa itu kita sekarang tahu, kalau Borneo FC ini sudah ada di hati masyarakat. Saya juga tak tahu kalau tim ini berada di peringat 15, 16 atau 17 di akhir klasemen. Apakah cinta pada tim itu masih ada,” ujarnya setengah bertanya.
Itulah sebabnya ia meminta kepada pecinta Borneo FC, untuk tidak sedih dan kecewa dengan perjalanan tim musim ini. Kebanggaan harus dikedepankan, mengingat tim akan bermain di level Asia musim depan seandainya tetap berada di peringkat kedua.
“Jadi sekali lagi, saya berharap jangan kecewa dan sedih. Tetapi cintai Borneo FC dan terus berjuang bersama di musim depan,” pungkasnya. (**)