Jude Bellingham Menyesal Tunda Jalani Operasi Bahu
LONDON. Jude Bellingham akhirnya buka suara soal salah satu keputusan paling krusial dalam kariernya, yakni menunda operasi bahu. Gelandang Real Madrid itu mengakui, keputusan tersebut bukanlah langkah terbaik, terutama jika melihat dampaknya dalam jangka panjang.
Melansir ESPN, dalam sebuah video YouTube pada Juli 2025, Bellingham menceritakan perjalanan panjangnya menghadapi cedera yang sudah menghantuinya sejak 2023. Cedera itu bermula dari insiden saat menghadapi Rayo Vallecano pada November 2023.
Alih-alih langsung naik meja operasi, pemain berusia 22 tahun itu memilih bertahan. Keputusan yang saat itu terasa logis, mengingat jadwal padat bersama klub dan tim nasional.
"Saya sangat khawatir, Anda tahu, tentang segala hal yang bisa salah. Sungguh, ini adalah saat paling cemas yang pernah saya alami. Perasaan tersulit yang pernah saya rasakan sebelum sesuatu terjadi, bisa dibilang," kata Bellingham.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakstabilan karena mengetahui bahwa jika saya mendarat dengan posisi yang salah, cedera itu selalu bisa kambuh," ujarnya lagi.
Masalah bahu sebenarnya bukan hal baru bagi Bellingham. Ia sudah mengalaminya sejak masih bermain di Borussia Dortmund, bahkan sempat mempertimbangkan operasi sebelum Piala Dunia 2022.
"Saya tidak bisa mengambil risiko dengan jadwal Piala Dunia 2022. Kami menunda dan kemudian mengurungkan niat," ujarnya.
Keputusan tersebut ternyata membawa efek domino. Bellingham mengungkap bahwa cedera bahu itu mulai memengaruhi bagian tubuh lain.
"Saya rasa cedera bahu itu sendiri sangat memengaruhi bagian tubuh saya yang lain. Ada suatu saat di mana saya merasa tidak bisa bergerak karena rasa sakit di punggung saya, jadi saya menjalani pemindaian dan ternyata ada herniasi diskus di sisi bahu saya," kata Bellingham.
Insiden melawan Rayo Vallecano menjadi titik balik yang benar-benar menguji mental dan fisiknya.
"Kekalahan melawan Rayo Vallecano terasa lebih buruk daripada yang biasanya, mungkin hal paling menyakitkan yang pernah saya alami saat itu," katanya.
"Benda itu tertahan di luar untuk beberapa saat dan saya tidak bisa memasukkannya kembali sendiri, padahal sebelumnya saya bisa melakukannya. Rasanya seperti selamanya sebelum fisioterapis berhasil mengembalikannya... itu pengalaman yang mengerikan," bebernya.
Momen tersebut sebenarnya sudah cukup jadi alarm keras. Namun, Bellingham tetap memilih bertahan demi menjaga momentum di musim debutnya bersama Madrid.
Di musim pertamanya di Madrid, Bellingham tampil luar biasa. Dan di situlah dilema muncul operasi berarti harus absen sekitar tiga bulan, sesuatu yang ia anggap bisa mengganggu ritme tim.
"Saya tidak ingin mengganggu tahun yang telah dijalani tim, yang telah saya jalani, dengan absen selama tiga bulan dan mungkin mengubah arah musim ini," katanya.
Namun kini, dengan perspektif yang lebih jernih, ia menyadari kesalahan tersebut.
"Kalau dipikir-pikir lagi, menurut saya waktu terbaik untuk melakukannya adalah setelah Euro," ucapnya.
Setelah Euro 2024 selesai, turnamen di mana Inggris harus puas sebagai runner-up, Bellingham akhirnya menjalani operasi bahu di London pada 2025.
Proses pemulihannya berjalan cukup lancar. Ia kembali merumput pada September 2025, meski sempat mengalami beberapa cedera lain seperti masalah hamstring.
Kini, dengan kondisi yang mulai stabil, Bellingham merasa lebih optimistis.
"Hal yang paling saya nantikan adalah bisa bermain tanpa penyangga lagi. Secara fisik, saya merasa sangat kuat sekarang," ujarnya.
Dengan kebugaran yang berangsur pulih, Bellingham kembali masuk dalam rencana tim nasional Inggris. Ia bahkan berpeluang tampil dalam laga internasional berikutnya. (**)