Kerja Hantu Banyu Terganggu, Gara-gara Kabel Telepon di Parit Samarinda
SAMARINDA. Upaya penangangan banjir di Samarinda kembali mendapat halangan. Sebab kabel telekomunikasi di dalam saluran drainase membuat aliran air tak mengalir dengan baik. Celakanya, kabel-kabel tersebut ditemukan hampir di semua parit di Kota Tepian.
Koordinator Tim Hantu Banyu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Toro, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi pemandangan umum di berbagai sudut kota.
Di setiap titik parit yang mereka bersihkan, dipastikan selalu ada tumpukan kabel milik perusahaan jasa pelayanan telekomunikasi yang menghalangi arus air.
"Di mana ada parit, di situ juga ada kabel telepon. Tidak satu saja, paling sedikit 5 kabel biasanya," ujar Toro.
Kondisi tersebut diakui sangat menghambat efektivitas pekerjaan normalisasi drainase di lapangan. Selain bentangan kabel, keberadaan pipa air yang dipasang secara tidak rapi di dalam parit juga memperparah keadaan. Akibat ruang parit yang penuh dengan utilitas tersebut, Tim Hantu Banyu tidak dapat menurunkan ekskavator mini untuk mengeruk lumpur. Sehingga pembersihan sedimentasi terpaksa dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia yang memakan waktu jauh lebih lama.
"Kabel telepon dan pipa air itu juga menyebabkan kotoran atau sampah tertahan, yang kemudian menyebabkan sedimentasi parah. Jadi harus sering dibersihkan," kata Toro.
Guna mencari kejelasan, upaya konfirmasi telah dilakukan ke kantor PT Telkom yang berada di Jalan Dahlia, Kecamatan Samarinda Kota. Salah seorang pegawai yang menemui awak media menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan validasi dan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kepemilikan kabel-kabel yang dikeluhkan tersebut.
"Kalau itu kabel milik kami (PT Telkom) sudah seharusnya akan dirapikan. Pimpinan lagi tak ada di tempat, jadi kami belum bisa memberikan keterangan banyak," tutur pegawai yang enggan namanya dipublikasikan. (**)