Masalah Tempias di Pasar Pagi Belum Teratasi

Masalah Tempias di Pasar Pagi Belum Teratasi

08 Mar 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Masalah tempias air hujan di lapak Pasar Pagi belum juga terselesaikan. Saat ini memang aktivitas perputaran ekonomi di pasar tersebut mulai berjalan. Satu persatu pedagang mengisi per lantai yang disesuaikan dengan segmen penjualannya.
Meski lebih modern, persoalan tempias air hujan hingga kini belum juga tertangani. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Pagi Dinas Pekerjaa Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hendra Irawan, mengatakan pihaknya sudah membahas persoalan tersebut bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda.

Dari hasil diskusi sementara, muncul rencana membuat penutup berbentuk sliding atau geser. Penutup ini nantinya bisa dioperasikan langsung oleh pedagang.

“Kemungkinan penanganannya tahun ini. Kami juga menyiapkan beberapa mockup agar nanti bisa dikelola secara mandiri oleh pedagang,” ujarnya.

Dengan sistem itu, penutup bisa dibuka saat kondisi normal. Namun ketika hujan deras dan tempias mulai masuk ke area lapak, pedagang bisa menutupnya.

Meski begitu, rencana tersebut masih dalam tahap perancangan. Pihaknya masih menyiapkan contoh desain atau mockup sebelum diputuskan bentuk akhirnya.

“Jumlah lantai atau detail teknisnya belum kami simpulkan. Ini masih mockup. Mudahan tahun ini bisa direalisasi,” katanya.

Ia meminta pedagang dan masyarakat bersabar karena prosesnya masih dalam tahap pembahasan. Terkait kemungkinan menggunakan program CSR, Hendra menyebut hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Perdagangan. Sedangkan pihaknya dari Dinas PUPR hanya membahas sisi teknis pembangunan di lapangan.

“Saat ini masa pemeliharaan oleh kontraktor selama enam bulan sejak serah terima proyek pada awal November lalu,” pungkasnya. (**)