Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim

Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim

25 Mar 2026 | Olahraga

LIVERPOOL. Kabar mengejutkan datang dari Liverpool, setelah memastikan Mohamed Salah akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Pengumuman ini dikeluarkan pada Rabu (25/3/2026) dini hari. Keputusan ini langsung memicu spekulasi besar terkait ke mana bintang asal Mesir tersebut akan melanjutkan kariernya.
Selama hampir satu dekade berseragam The Reds, Salah menjelma menjadi salah satu legenda klub. Mantan pemain Chelsea itu telah mencetak lebih dari 250 gol dari 430 penampilan, sekaligus menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool.
Setelah sembilan tahun penuh trofi di Anfield, Salah diperkirakan akan mencari tantangan baru. Sejumlah opsi pun mulai mencuat sebagai destinasi potensial bagi sang winger.
Salah satu tujuan yang paling sering dibicarakan adalah kepindahan ke Liga Pro Arab Saudi. Klub-klub di kawasan tersebut diketahui tengah gencar mendatangkan pemain bintang dunia sebagai bagian dari proyek ambisius mereka.
Dengan popularitas besar Salah di Timur Tengah dan dunia Arab, kepindahan ini dinilai sangat masuk akal, baik dari sisi olahraga maupun komersial. Selain itu, tawaran kontrak dengan nilai fantastis juga menjadi daya tarik utama yang sulit diabaikan.
Meski usianya tak lagi muda, performa Salah masih terbilang impresif. Hal ini membuka peluang baginya untuk tetap bermain di Eropa bersama klub-klub elite.
Sejumlah tim papan atas diyakini bisa melihat Salah sebagai solusi jangka pendek yang mampu memberikan kontribusi instan, terutama di kompetisi bergengsi seperti UEFA Champions League.
Bertahan di Eropa juga memungkinkan Salah terus bersaing di level tertinggi dan menambah koleksi trofinya.
Pilihan lain yang tak kalah menarik adalah kembali ke AS Roma. Klub asal Italia itu merupakan tempat di mana Salah mulai bersinar di kancah sepak bola Eropa sebelum akhirnya direkrut Liverpool pada 2017.
Kembalinya Salah ke Roma akan menghadirkan kisah emosional, mengingat hubungan erat antara sang pemain dan para pendukung klub. Opsi ini juga bisa menjadi penutup karier yang manis di lingkungan yang sudah ia kenal dengan baik.
Hingga kini, masa depan Salah masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal yang pasti, ke mana pun ia berlabuh, langkah berikutnya dalam karier sang bintang akan terus menjadi sorotan dunia sepak bola.

Selama hampir sembilan tahun, Salah berperan besar dalam kesuksesan Liverpool, termasuk mempersembahkan dua gelar Premier League dan satu trofi UEFA Champions League, serta enam trofi lainnya.
Namun, musim 2025/2026 menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Meski sempat menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun di tengah godaan klub-klub Arab Saudi, performa Salah justru menurun drastis, baik di dalam maupun luar lapangan.
Liverpool memulai musim dengan penuh optimisme. Berstatus juara bertahan, mereka mendatangkan sejumlah pemain bintang seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike untuk memperkuat skuad asuhan Arne Slot.
Salah sendiri datang dengan performa luar biasa dari musim sebelumnya, mencatatkan 34 gol, 23 assist, serta meraih penghargaan Pemain Terbaik PFA untuk ketiga kalinya. Namun, performa tim justru merosot tajam, dan Salah menjadi sosok yang paling disorot atas kegagalan tersebut.
Situasi memanas pada Desember, ketika Slot beberapa kali mencadangkan Salah demi mencari formula terbaik. Keputusan itu memicu ketegangan, bahkan sang pemain sempat melontarkan kritik tajam dengan merasa dikorbankan dan kurang dihargai oleh klub.
Meski hubungan keduanya sempat membaik dan Salah kembali ke starting XI, performa Liverpool tak kunjung membaik. The Reds kini tercecer di posisi kelima klasemen dan terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Di tengah performa tim yang inkonsisten, kontribusi Salah juga menurun. Dari 34 penampilan musim ini, ia hanya mencetak 10 gol dan menjadi catatan terburuk sepanjang kariernya di Liverpool.
Tekanan dari publik pun semakin besar. Sejumlah fans mulai mendorong talenta muda seperti Rio Ngumoha untuk menggantikan peran Salah di lini depan. Sosok yang dulu dielu-elukan kini justru mulai dipandang sebagai bagian dari masalah tim.
Di saat posisinya semakin tertekan di Anfield, tawaran menggiurkan dari MLS dan Liga Pro Arab Saudi kembali muncul. Klub-klub dari kedua kompetisi tersebut dikabarkan siap memberikan kontrak fantastis untuk memboyong Salah.
Kini, keputusan pun telah diambil. Salah akan meninggalkan Liverpool di akhir musim, menutup satu babak penuh kejayaan sekaligus membuka lembaran baru dalam kariernya yang masih akan terus menjadi sorotan dunia. (**)