Perusahaan Jesse Lingard Bangkrut, Kariernya Jadi Sorotan

Perusahaan Jesse Lingard Bangkrut, Kariernya Jadi Sorotan

26 Mar 2026 | Olahraga

MANCHESTER. Nama Jesse Lingard kembali mencuri perhatian publik. Namun, kali ini bukan karena aksi di lapangan, melainkan masalah serius yang menimpa bisnis pribadinya.
Mantan pemain Manchester United itu dikabarkan harus menerima kenyataan pahit setelah perusahaan miliknya resmi dibubarkan oleh pengadilan.
Perusahaan bernama JL Commercial Limited, yang selama ini mengelola berbagai hak komersial Lingard, dinyatakan bangkrut setelah gagal melunasi utang yang mencapai sekitar GBP 1,6 juta atau lebih dari Rp 30 miliar. Keputusan tersebut diambil setelah proses hukum yang berlangsung di pengadilan tinggi Inggris.
Masalah ini bermula dari gugatan yang diajukan oleh firma hukum, yang mengaku belum menerima pembayaran atas jasa mereka. Seiring waktu, utang perusahaan Lingard terus menumpuk hingga akhirnya tidak dapat diselesaikan.
Berdasarkan laporan keuangan terakhir, total kewajiban perusahaan menyentuh angka lebih dari GBP 1,5 juta, termasuk pinjaman bank dan tunggakan pajak.
JL Commercial Limited sendiri didirikan Lingard pada 2018, saat kariernya tengah berada di puncak. Perusahaan ini menjadi wadah bagi berbagai aktivitas bisnis sang pemain, termasuk pengelolaan brand pribadi hingga lini pakaian miliknya, JLingz. Brand tersebut sempat populer, terutama di kalangan penggemar sepak bola muda.
Namun, perjalanan bisnis itu tidak berjalan sesuai harapan. Beberapa bulan sebelum pembubaran perusahaan, brand JLingz lebih dulu dihentikan operasinya karena mengalami kerugian besar. Utang yang menumpuk membuat bisnis tersebut harus masuk proses likuidasi sukarela.
Di tengah persoalan bisnis, perjalanan karier sepak bola Lingard juga mengalami pasang surut. Setelah meninggalkan Manchester United, ia sempat mencoba peruntungan di berbagai klub.
Lingard bahkan sempat bermain di Korea Selatan bersama FC Seoul sebelum akhirnya melanjutkan karier ke Brasil.
Kini, pemain berusia 33 tahun itu bergabung dengan Corinthians. Kepindahan ini menjadi babak baru dalam kariernya, sekaligus peluang untuk kembali menemukan performa terbaik di atas lapangan.
Di klub barunya, Lingard juga akan bereuni dengan mantan rekan setimnya, Andreas Pereira.
Meski demikian, situasi yang dihadapi Lingard menjadi pengingat bahwa kehidupan pesepak bola tidak selalu mulus, terutama di luar lapangan.
Kesuksesan di dunia olahraga tidak selalu sejalan dengan keberhasilan dalam bisnis. Kini, fokus Lingard diperkirakan akan tertuju pada upaya membangun kembali stabilitas kariernya di Brasil.
Sementara itu, kisah jatuh bangun yang dialaminya menjadi sorotan publik dan pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan finansial yang bijak, bahkan bagi seorang atlet profesional sekalipun. (**)