Ruko di AW Syahranie Dilalap Api, Kejadian Kedua dalam 2 Tahun Terakhir

Ruko di AW Syahranie Dilalap Api, Kejadian Kedua dalam 2 Tahun Terakhir

01 Jun 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Kebakaran terjadi di Jalan AW Syahranie I, RT 24, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (1/6/2026) siang. Api yang berkobar sekitar pukul 13.10 Wita itu, menghanguskan dua unit ruko yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan ban dan koperasi pembangunan.
Salah seorang saksi mata, Rahmat (42) mengaku pertama kali melihat asap tebal keluar dari lantai dua bangunan saat melintas di kawasan tersebut. "Saya melintas di AW Syahranie, lalu melihat ke kanan ada asap hitam tebal keluar dari bangunan lantai dua, tepat di atas toko ban. Saya langsung berteriak memberitahu warga sekitar untuk mengamankan diri dan menghubungi teman-teman damkar serta relawan," ujarnya.
Menurut Rahmat, titik awal kemunculan api terlihat berasal dari lantai dua bangunan. "Saya lihat awalnya memang dari lantai dua. Sekitar pukul 13.10 saya langsung menghubungi teman-teman relawan dan pemadam," tambahnya.
Keterangan serupa disampaikan saksi lainnya, Jaynab (21). Ia mengaku mendengar informasi dari warga bahwa sebelum api membesar sempat terdengar suara ledakan keras dari bagian atas bangunan.
"Katanya ada suara ledakan dari atas, dari lantai dua tempat yang jual ban. Saya sendiri tahunya dari orang-orang yang ada di sekitar lokasi," katanya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.05 Wita dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
"Kami menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.05. Alhamdulillah lokasinya berada di pinggir jalan sehingga akses pemadaman cukup mudah dan sumber air juga tersedia," ujarnya.
Menurut Akhmad, kebakaran kali ini diduga bermula dari lantai dua ruko yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan ban. Dugaan sementara juga mengarah pada korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
"Kalau dilihat dari titik awal api, ada kemungkinan berasal dari lantai dua ruko yang jual ban. Dugaan sementara memang mengarah ke arus pendek listrik, tetapi untuk penyebab pastinya tetap menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," jelasnya.
Akhmad menyebut peristiwa ini merupakan kebakaran kedua yang terjadi di deretan ruko tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Sebelumnya, pada 27 Juli 2024, kebakaran juga pernah terjadi di lokasi yang sama, meski titik api berada di bangunan yang berbeda.
"Ini sudah yang kedua kalinya. Kalau yang kemarin titiknya di sebelah, sekarang yang terbakar berada di sisi lainnya. Jadi bukan titik yang sama persis, tetapi masih dalam deretan ruko yang sama," katanya.
Dari hasil pendataan sementara, dua ruko terdampak dalam kejadian tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
"Yang terbakar dua bangunan ruko, satu tempat usaha penjualan ban dan satu lagi koperasi pembangunan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka," ujarnya.
Sebanyak sembilan unit mobil tangki pemadam milik Disdamkarmat dan PMK swasta, serta 16 mesin portable milik relawan dikerahkan ke lokasi. Berkat ketersediaan sumber air yang memadai dan dukungan para relawan, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.
"Kurang lebih 45 menit sampai satu jam situasi sudah bisa kami kuasai. Alhamdulillah banyak bantuan dari relawan sehingga api tidak sempat meluas," tutup Akhmad.
Berdasarkan data sementara, terdapat 10 jiwa yang menghuni atau beraktivitas di area terdampak. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan menghitung total kerugian yang ditimbulkan. (**)