Saat Ini Masih Stabil, Waspada Lonjakan Harga Jelang Iduladha
SAMARINDA. Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, para pedagang di Kota Tepian kini melakukan antisipasi lonjakan harga.
Meski saat ini harga sejumlah komoditas masih tergolong stabil, para pedagang memperkirakan lonjakan harga dapat terjadi mendekati hari raya.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Segiri, Rosdiana (39) mengatakan, harga ikan layang saat ini masih berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai normal setelah sebelumnya sempat melonjak saat momen libur tahun baru.
“Sekarang ikan layang Rp 35 ribu per kilo. Biasanya kalau mendekati lebaran bisa naik sampai Rp 45 ribu per kilo,” ujarnya, Kamis (21/6/2026).
Menurut Rosdiana, selain ikan layang, harga ikan tongkol juga masih stabil di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Ia menyebut pasokan ikan yang berasal dari pelelangan ikan di pelabuhan sejauh ini masih mencukupi kebutuhan pasar.
Namun di tengah kondisi harga ikan yang relatif stabil, pedagang mengaku mulai terbebani dengan naiknya harga plastik kemasan untuk berjualan.
“Harga plastik sekarang mahal. Dulu satu ikat sekitar Rp 17 ribu, sekarang bisa sampai Rp 28 ribu. Biasanya sehari habis Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp 100 ribu,” katanya.
Kondisi tersebut membuat keuntungan pedagang menjadi lebih tipis. Meski demikian, para pedagang tetap berusaha mempertahankan harga jual agar tidak memberatkan pembeli.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Syaifudin Zuhri memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok menjelang Iduladha. "Alhamdulillah bahan pokok memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan dan masih di ambang batas normal,” ujarnya.
Ia mengatakan pemantauan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari pasar tradisional, rumah potong hewan (RPH), hingga distribusi elpiji 3 kilogram untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Iduladha.
Menurutnya, daya beli masyarakat dalam beberapa pekan terakhir juga cenderung menurun sehingga harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali.
Selain memantau harga bahan pokok, pemerintah juga menyoroti distribusi elpiji 3 kilogram setelah ditemukan adanya alat timbangan yang mengalami kesalahan pengukuran saat proses pengisian.
“Seharusnya sebelum produksi dilakukan kontrol terlebih dahulu. Nanti Satgas akan menindaklanjuti agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya. (**)