Terminal Lempake Mulai Dipenuhi Pemudik Arus Balik Lebaran
SAMARINDA. Arus balik usai Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di beberapa terminal. Salah satunya di Terminal Lempake yang mulai ramai dalam beberapa hari terakhir.
Para pemudik dari berbagai daerah di Kalimantan Timur tampak mulai berdatangan, terutama dari arah Bontang dan Sangatta, Rabu (25/3/2026).
Pantauan di lapangan, area terminal dipadati penumpang bus antarkota yang membawa barang bawaan. Sebagian besar memilih kembali lebih awal guna menghindari lonjakan penumpang pada puncak arus balik.
Salah satu pemudik, Bayu (20), mengaku sengaja kembali lebih awal agar perjalanan lebih nyaman dan tidak terlalu padat. Mahasiswa semester enam itu sebelumnya mudik ke Sangatta sekitar sepekan sebelum Lebaran.
“Saya balik lebih awal biar tidak padat dan bisa lebih santai sebelum masuk kuliah lagi,” ujarnya.
Bayu menyebut perjalanan dari Sangatta menuju Samarinda ditempuh sekitar empat setengah jam menggunakan bus.
“Tadi naik bus Bone Indah, perjalanan kurang lebih empat setengah jam. Tiketnya sekitar Rp70 ribu,” jelasnya.
Menurutnya, bus menjadi pilihan utama karena lebih nyaman dibandingkan menggunakan sepeda motor.
“Kalau naik motor memang bisa lebih cepat, tapi capek. Kalau naik bus lebih nyaman, bisa istirahat selama perjalanan,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Rini (21), pemudik asal Rantapulung, Kutai Timur. Ia mengaku sudah terbiasa menggunakan transportasi umum setiap bepergian jarak jauh.
“Kalau saya memang selalu naik bus. Selain lebih nyaman, orang tua juga tidak mengizinkan naik motor karena jaraknya jauh,” katanya.
Mahasiswa semester empat di Universitas Mulawarman itu menyebut perjalanan yang ditempuh berkisar empat hingga lima jam.
“Perjalanannya nyaman, kebanyakan waktu dipakai untuk tidur. Ada bus yang pakai AC, ada juga yang kipas, tapi tetap nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Layanan Operasional Terminal Lempake, Marsell Reza mengungkapkan, arus balik sebenarnya sudah mulai terlihat sejak H+1 Lebaran.
“Sejak tanggal 22 Maret itu sudah mulai ada arus balik, tapi masih didominasi dari Samarinda ke Bontang dan Sangatta. Nah, mulai hari ini peningkatan dari arah sebaliknya, dari Bontang dan Sangatta ke Samarinda,” jelasnya.
Ia menyebut, pada momentum Lebaran ini jumlah keberangkatan bus dari Samarinda menuju Sangatta dan Bontang mencapai sekitar 10 hingga 12 unit per hari, meningkat dibandingkan awal arus balik yang hanya 6 hingga 10 unit.
“Kalau kedatangan sendiri bisa sampai delapan bus per hari. Untuk penumpang rata-rata 20 sampai 29 orang per bus, dan biasanya penuh saat tiba di terminal,” ungkapnya.
Marsell juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan mendatang.
“Puncaknya diperkirakan tanggal 28 dan 29 Maret, karena mendekati aktivitas kembali normal, baik sekolah maupun pekerjaan,” ujarnya.
Untuk tarif, ia menjelaskan, harga tiket bervariasi tergantung tujuan dan fasilitas bus. Adapun armada yang beroperasi di Terminal Lempake di antaranya PO Arafat Jaya, Jahe Raya, Bone Indah Jaya, Sapu Lidi, hingga Damri. Samarinda–Bontang, non-AC sekitar Rp40 ribu dan AC Rp 50 ribu. Sementara ke Sangatta, non-AC Rp 55 ribu dan AC Rp 70 ribu.
Meski terjadi peningkatan, Marsell menyebut jumlah penumpang tahun ini cenderung sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Hal ini dipengaruhi perbedaan jadwal libur masyarakat.
“Tahun ini tidak serentak, ada yang libur lebih dulu seperti mahasiswa, lalu disusul pelajar dan pekerja. Ditambah kebijakan work from anywhere, jadi pergerakannya tidak menumpuk,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik agar datang tepat waktu ke terminal.
“Kalau bisa datang sesuai jadwal, karena bus juga mengejar perjalanan pulang-pergi. Jangan sampai ketinggalan atau kehabisan armada,” pungkasnya. (**)