Usai Berobat, Pria Gangguan Jiwa Sebabkan Kebakaran di Jalan Jelawat

Usai Berobat, Pria Gangguan Jiwa Sebabkan Kebakaran di Jalan Jelawat

15 May 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Seorang pria diduga mengalami gangguan jiwa, menjadi penyebab terbakarnya dua rumah di Jalan Jelawat Gang 9 Blok B1 RT 06, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, ludes terbakar, Jumat (15/5/2026) dini hari.

Kebakaran terjadi setelah Teguh, pria yang disebut mengalami gangguan jiwa tersebut membakar kursi di dalam rumahnya pukul 01.30 Wita. Kobaran api kemudian cepat membesar dan menjalar ke bagian atap hingga merembet ke bangunan lainnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dua bangunan rumah mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.

Indah (18), cucu pemilik rumah mengatakan, dirinya sempat panik saat melihat api mulai membesar dari dalam rumah. Ia menduga kebakaran dipicu aksi Teguh yang membakar kursi tanpa alasan jelas.

“Awalnya bakar kursi saja, terus apinya naik ke atap dan langsung membesar sampai ke rumah,” ujarnya.

Saat kejadian, Indah mengaku langsung menyelamatkan sang kakek yang tinggal serumah bersama Teguh.

“Kakek langsung saya bawa keluar dulu supaya selamat,” katanya.

Pemilik rumah, Sapar (73) mengungkapkan, Teguh baru pulang dari rumah sakit jiwa pada sore hari sebelum kebakaran terjadi. Selama ini, Teguh diketahui rutin menjalani pengobatan karena mengalami gangguan mental.

“Baru sore tadi pulang dari rumah sakit. Biasanya yang sering antar berobat itu Pak Babinsa,” ucap Sapar.

Menurutnya, kondisi kejiwaan Teguh mulai terganggu sejak masih duduk di bangku SMP kelas 2 dan semakin memburuk setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

“Sudah lama sakitnya, lebih dari lima tahun,” katanya.

Sementara itu, Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.30 Wita dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi.

“Laporan awal satu bangunan terbakar, tetapi setelah dicek ternyata ada dua rumah yang terdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses pemadaman sempat terkendala medan lokasi yang berada di kawasan perbukitan serta minim sumber air.

“Suplai air cukup sulit karena posisi rumah di atas bukit. Warga membantu dengan sumur dan tandon air, kemudian kami gunakan hidran kering untuk penyuplaian,” jelas Hery.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah penanganan sekitar satu jam. Petugas masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat kebakaran tersebut. Sementara Teguh telah diamankan Patroli Beat 110. (**)