Uzbekistan Berharap Pengalaman Fabio Cannavaro di Piala Dunia

Uzbekistan Berharap Pengalaman Fabio Cannavaro di Piala Dunia

23 Apr 2026 | Olahraga

TASHKENT. Tim nasional Uzbekistan berhasil membuat sejarah baru dengan pertama kali lolos ke Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka ke ajang paling bergengsi tersebut terbilang cukup mulus.
Pada putaran kedua, Uzbekistan yang saat itu masih dilatih oleh Srecko Katanec berhasil tampil meyakinkan. Tim asuhannya memenangkan empat laga dan dua hasil imbang.
Di putaran ketiga, Uzbekistan bertemu dengan tim-tim kuat di Asia seperti Iran, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Dalam enam pertandingan, Katanec mampu meraih empat kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan.
Namun di tengah perjalanan, Katanec harus mengundurkan diri karena masalah kesehatan. Hal tersebut membuat Timur Kapadze harus meneruskan perjuangan Uzbekistan menuju Piala Dunia 2026.
Pelatih 44 tahun itu menukangi Uzbekistan dengan sisa empat pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun demikian, di pertandingan ketiga melawan Uni Emirat Arab, tim peringkat 50 Dunia tersebut berhasil meraih hasil imbang sekaligus lolos ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Timur membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026 tidak serta merta membuat posisinya aman sebagai pelatih. Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) membuat keputusan mengejutkan dengan merekrut Fabio Cannavaro sebagai pelatih kepala dan menggeser Kapadze sebagai asisten pelatih.
Setelah sempat menemani Cannavaro sebagai asisten pelatih dalam dua pertandingan, Timur mengundurkan diri. Kini, dia sudah melatih Navbahor tim Liga Uzbekistan.
Penunjukan Cannavaro sebagai pelatih dikarenakan Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan ingin sosok pelatih yang punya pengalaman di Piala Dunia. Itulah yang membuat bek legendaris timnas Italia tersebut terpilih jadi pelatih.
"Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan telah menandatangani kontrak dengan Fabio Cannavaro, seorang spesialis ternama, salah satu bek terbaik di generasinya, tiga kali tampil di Piala Dunia, dan pemenang Piala Dunia FIFA 2006. Pelatih asal Italia ini akan memimpin tim nasional kami dalam persiapan menuju Piala Dunia mendatang yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko," tulis pernyataan resmi UFA.
Sebelum ditunjuk sebagai pelatih Uzbekistan, Cannavaro merupakan pelatih Dinamo Zagreb. Melansir Transfermarkt, dia melatih sejak Desember 2024 hingga April 2025.
Bersama salah satu tim top Liga Kroasia tersebut, prestasi Cannavaro tidak terlalu mentereng. Pelatih 52 tahun itu hanya meraih tujuh kemenangan, dua hasil imbang, lima kekalahan dari 14 pertandingan.
Namun, prestasi terbaik Cannavaro sebagai pelatih adalah saat menukangi Guangzhou Evergrande, tim Liga Tiongkok yang saat ini sudah bubar karena bangkrut. Mantan bek tersebut pernah mempersembahkan satu gelar Liga Tiongkok 2018/2019 dan Chinese Super Cup 2017/2018.
Enam pertandingan persahabatan sudah dijalani Cannavaro bersama Uzbekistan. Hasilnya cukup memuaskan dengan mengoleksi lima kemenangan melawan tim kuat yaitu Kuwait, Mesir, Iran, Gabon dan Venezuela. Sementara satu kekalahan didapatkan saat menghadapi Uruguay.
Di Piala Dunia 2026 nanti, Uzbekistan tergabung di Grup K dengan laga pertama melawan Kolombia (17 Juni), Portugal (23 Juni), dan RD Kongo (27 Juni). Menarik dinantikan kiprah Fabio Cannavaro dan tim asuhannya di grup tersebut. (**)