Wah Bahaya! Dinkes Samarinda Temukan 4.000 Penderita TBC Tahun Lalu
SAMARINDA. Ini bisa menjadi peringatan dini bagi warga Samarinda. Ya, jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) ternyata menembus angka 4.000 penderita di 2025.
Skrining yang dilakukan secara masif kepada masyarakat, menghadirkan jumlah seperti yang disebutkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr Nata Siswanto menyebut, tingginya angka temuan kasus tersebut sejalan dengan intensitas deteksi dini yang terus digencarkan pemerintah.
“Semakin kita intens melakukan deteksi dini, maka kasus yang ditemukan juga akan semakin tinggi,” ujarnya.
Dikatakannya , sepanjang 2025 jumlah skrining yang dilakukan mencapai sekitar 19.000 hingga 20.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 di antaranya dinyatakan positif TBC.
Meski demikian, dr Nata menegaskan bahwa penemuan kasus secara maksimal menjadi langkah penting untuk menekan angka TBC ke depan. Dengan pengobatan yang tepat dan tuntas, jumlah kasus diharapkan dapat menurun secara bertahap.
Untuk 2026, proses pendataan masih berjalan dan angka final baru akan diketahui pada akhir tahun. Namun, upaya deteksi dini tetap dilanjutkan meski menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait efisiensi anggaran.
“Untuk tahun ini kita masih berupaya maksimal, meskipun ada keterbatasan anggaran dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan bahan habis pakai (BHP) untuk pemeriksaan juga menjadi tantangan. Ketersediaannya dinilai belum mencukupi untuk kebutuhan sepanjang tahun.
Dinkes Samarinda saat ini berupaya memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk melalui dukungan hibah atau bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Di sisi lain, penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penanggulangan TBC yang tengah dibahas diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan penyakit tersebut di Samarinda.
“Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat,” pungkasnya. (**)