Terancam Kelebihan Kapasitas, TPA Bujangga Berau Perlu Ubah Pola Kelola
TANJUNG REDEB. Perubahan tata kelola perlu dilakukan di TPA Bujangga, demi mencegah terjadinya kelebihan kapasitas.
Tempat Pengelolaan Akhir Bujangga di Kabupaten Berau kini menghadapi ancaman overcapacity yang serius, akibat produksi sampah harian telah mencapai 150 ton atau menembus angka 54.568 ton setiap tahunnya di atas lahan seluas 11,5 hektare.
Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan bahwa pola konvensional berupa ambil angkut buang sudah tidak dapat dipertahankan lagi di tengah tingginya laju produksi limbah masyarakat.
"Kalau pola ini terus berlanjut, saya kira TPA kita tidak akan mampu menampung. Overcapacity akan ada di sana," ungkapnya.
Tantangan penanganan sampah di daerah ini semakin kompleks karena karakteristik geografis Berau yang mencakup wilayah pedalaman hingga gugusan pulau-pulau wisata.
Gamalis menjelaskan bahwa kawasan hulu dan pesisir sering menghadapi keterbatasan sarana pengangkutan serta minimnya personel di lapangan sehingga residu sampah berisiko tinggi mencemari ekosistem sungai dan laut.
Selain itu, faktor logistik pengangkutan di daerah kepulauan menelan biaya sangat mahal sehingga dibutuhkan strategi pengelolaan yang jauh lebih efisien dan modern.
"Mengurangi sampah sejak dari rumah tangga serta di kawasan wisata sangat penting untuk penanganan sampah di Kabupaten Berau," jelasnya.
Guna mengatasi permasalahan tersebut secara berkelanjutan, pemerintah daerah mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas lingkungan serta masyarakat lokal secara aktif.
Penguatan edukasi mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya dinilai menjadi kunci utama untuk menekan volume limbah harian yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Gamalis juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian sektor pariwisata yang menjadi andalan Berau dari dampak buruk penumpukan sampah yang tidak tertangani secara baik.
"Destinasi wisata prioritas, mulai dari wilayah pedalaman hingga gugusan kepulauan, memerlukan sistem pengelolaan terpadu yang adaptif agar keindahan alamnya tidak rusak oleh penumpukan sampah yang tidak tertangani," terangnya.
Melalui penguatan edukasi serta perubahan pola pikir masyarakat dari tingkat rumah tangga, pemerintah daerah berharap beban kapasitas TPA Bujangga dapat dikurangi secara signifikan demi menjaga kebersihan ekosistem serta kelangsungan pariwisata daerah di masa depan. (**)