Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Mengamuk dan Rusak Aset di Kantor Gubernur, Seorang Pria Diamankan

Mengamuk dan Rusak Aset di Kantor Gubernur, Seorang Pria Diamankan

05 Nov 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gadjah Mada, Kamis (5/11/2026) siang kemarin mendadak heboh. Ini setelah terjadi aksi penyerangan dan perusakan fasilitas di lingkungan tersebut. Seorang pria berinisial SB (47), nekat mengamuk, membanting meja hingga marmernya pecah. Tak hanya itu, ia juga merusak vas bunga dan portal pengamanan di lobi kantor utama pemerintahan tersebut.
Kepala Biro Umum Setprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, membenarkan adanya insiden yang terjadi sekitar pukul 11.45 Wita tersebut. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan di lapangan, pelaku datang bersama dua rekannya yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Bakti Karya Bersama (Kopmas Batik Rasa).
"Mereka datang bermaksud memasukkan surat untuk menyampaikan permohonan audiensi kepada Gubernur Kaltim. Prosedur penyerahan surat semestinya melalui loket penerimaan di lobi lantai 1," ungkap Astri saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Namun, situasi mendadak memanas tanpa alasan yang jelas. Pelaku tiba-tiba menunjukkan gestur ketidakpuasan dengan melakukan aksi destruktif. Ia terlebih dahulu membanting vas bunga yang berada di meja lobi. Tak berhenti di situ, pelaku yang kehilangan kendali emosi turut berteriak-teriak, membanting meja hingga bagian marmernya pecah berkeping-keping, serta menendang portal akses masuk kantor.
Dua rekan yang datang bersama pelaku dilaporkan sempat terkejut dan tidak menyangka atas tindakan beringas tersebut. Mereka mengaku hanya diajak untuk menyerahkan surat, tanpa ada niat atau kesepakatan untuk menciptakan keributan.
Petugas keamanan (security) internal yang sigap langsung bertindak mengamankan pelaku di Pos 1 sebelum berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Tak lama berselang, jajaran personel Polsek Samarinda Ulu tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan pelaku guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil interogasi awal pihak kepolisian, pelaku diduga mengalami gangguan emosional atau temperamen yang tidak stabil saat kejadian. Saat diminta keterangan mengenai alasannya melempar meja, pelaku berdalih tindakannya terjadi secara refleks dan tidak sengaja. Pelaku bahkan sempat melontarkan pernyataan bernada melantur perihal isu politik di hadapan petugas.
Menanggapi insiden ini, pihak Pemprov Kaltim mengambil sikap tegas. Biro Umum Setprov Kaltim memastikan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Ulu.
"Intinya kami proses secara hukum saja melalui prosedur yang berlaku. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Polsek Samarinda Ulu agar ditindaklanjuti," pungkasnya. (**)